Positif Covid-19 di Lebak Bertambah, Seba Baduy Batal Digelar

  • Whatsapp
tradisi seba baduy
Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Banten memiliki tradisi seba kepada kepala daerah.

LEBAK,  REDAKSI24.COM – Tradisi seserahan hasil bumi masyarakat  Suku adat Baduy atau yang sering disebut Seba Baduy tahun ini batal digelar. Pembatalan seba baduy menyusul bertambahnya kasus positif corona virus disease atau covid-19 di kota Multatuli tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lebak, Imam Riswahayadin membenarkan  tradisi Seba Baduy tahun 2020 ini batal digelar. “Pemerintah daerah tidak mengusulkan untuk tetap digelar,” kata Imam ketika dikonfirmasi  Redaksi24.com, Sabtu (30/5/2020).

Bacaan Lainnya

Imam mengungkapkan, tradisi seserahan dan laporan masyarakat Baduy kepada  kepala daerah, dalam hal ini Buapti Lebak, awalnya direncanakan digelar secara sederhana pada akhir Mei hingga 1 Juni 2020, berbeda dari tahun sebelumnya.

Namun dengan adanya kasus positif Covid-29, kata Imam. pihaknya tidak merekomendasikan tradisi tersebut tetap digelar. “Semua tahu di Lebak sudah ada dua kasus (positif covid-19),  di daerah lain sudah mulai mereda tapi di Lebak baru muncul.  Maka kami dengan terpaksa tidak merekomendasikan  digelarnya Seba Baduy,” ungkapnya.

Tidak hanya Seba, lanjut Imam, event-event wisata serupa yang memiliki tujuan untuk menarik para wisatawan dan pelancong untuk datang ke Lebak pun ditiadakan. “Tidak ada, karena situasi pandemi  yang tidak tahu kapan berakhir.  Jika destinasi  wisata dibuka kembali tentunya akan diterapkan protokol  kesehatan yang ketat, ” tandasnya.(Yusuf/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.