Positif Covid-19 Bertambah, Rapid Test di Kota Cilegon Sepi Peminat

  • Whatsapp
rapid test
Untuk mendeteksi covid-19, Pemkot Cilegon menggelar rapid test massal di Pasar Kranggot.

CILEGON, REDAKSI24.COM – Sempat bersih beberapa saat, kini Kota Cilegon kembali dipenuhi pasien positif covid-19. Terakhir seorang pedagang Pasar Tradisional Kranggot, yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Namun hal tersebut rupanya belum membuat warga kota baja sadar untuk lebih disiplin dalam mencegah penyebaran Covid-19. Sebaliknya, warga Cilegon terkesan santuy dalam menghadapi pandemi covid-19.

Bacaan Lainnya

Kesan itu terbukti dari kurangnya minat warga yang mengikuti Rapid Test massal yang digelar Pemkot Cilegon di Pasar Tradisional Kranggot. Padahal, Rapid Test tersebut digelar secara gratis. Hanya sekitar 30 persen pedagang dan pengunjung Pasar Kranggot yang bersedia menjalani Rapid Test tersebut.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Bayu Panatagama mengatakan, pihaknya tak menafikan minimnya minat pedagang untuk mengikuti rapid test secara gratis yang tersebar di 20 titik di sekitar pasar.

“Mungkin mereka menganggap rapid test momok yang menakutkan. Padahal ketika seseorang dinyatakan terkonfirmasi, rekomendasinya adalah istirahat selama 14 hari,” kata Bayu disela rapid test, Rabu (10/6/2020).

Lanjut Bayu, dengan sedikitnya minat pedagang dan pengunjung yang mengikuti rapid test, dikhawatirkan pasar akan menjadi tempat penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon. “Jika begitu pasar bisa menjadi epidemi dan episentrum covid-19 dan bisa berdampak pada penutupan,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, rapid test perlu dilakukan karena untuk mencari sumber penyebaran Covid-19. Ketika ada seseorang yang dinyatakan positif Covid-19, kemudian yang dilakukan adalah penelusuran sumbernya.

“Ternyata salah satu yang positif  adalah pedagang non formal. Kami lakukan tracking dan terjadilah kegiatan rapid test hari ini,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Dana Sujaksani mengatakan, rapid test di Pasar Kranggot merupakan bantuan dari Provinsi Banten untuk warga Kota Cilegon yang diberikan secara gratis.

“Jika yang mengikuti rapid test banyak, kami akan kembali menggelar hal Rapid Test secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, dipilihnya Pasar Kranggot sebagai lokus rapid test karena aktivitas di pasar tradisional tersebut sangat tinggi. “Sejak tanggal 1 Juni 2020 kami sudah  mendeklarasikan new normal. Artinya yang menimbulkan kerumuman massa harus benar-benar diawasi. Covid-19 itu bisa dimana aja,” katanya.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.