Pondok Pesantren Sebagai Basis Perekonomian Daerah

oleh -
Mubes Ponpes
Gubernur Banten Wahidin Halim memberikan sambutan dalam musyawarah besar FSPP ke V Provinsi Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Jumlah Pondok Pesantren (PP) yang mencapai ribuan di Banten bisa menjadi basis perekonomian daerah jika dikelola dengan serius. Basis perekonomian itu bisa dalam bentuk pengelolaan koperasi di setiap PP. Sehingga proses pembangunan di Banten bisa semakin meningkat dan merata.

Demikian dikatakan Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) V Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (9/1/2020).

WH mencontohkan pemasokan bahan kebutuhan pokok seperti beras yang mencapai 9 ton perbulan di satu PP, jika perputaran uangnya dikelola melalui koperasi, maka akan ada keuntungan lebih di situ. Belum lagi dengan kebutuhan lainnya seperti ikan, telor, minyak dan lain sebagainya.

“Ini ada nilai ekonominya yang cukup besar. Terlebih nanti jika BUMD Agrobisnis sudah berjalan, cost kebutuhan beras bisa ditekan lebih murah. Saya juga akan mendorong Pemprov untuk menanam jengkol, karena santri itu sangat suka jengkol, supaya PP yang ada di Banten tidak beli jengkol ke luar Banten,” katanya.

BACA JUGA:

. Open Bidding Dindikbud Gagal, Gubernur Banten Bakal Mutasi Pejabat

. Kementerian PPPA Bangun Pondok Pesantren Ramah Anak di Pandeglang

. Kunjungi Pondok Pesantren, Kapolresta Tangerang Ajak Santri Lawan Radikalisme

Untuk itu, WH berharap jiwa entrepreneur ini bisa diterapkan tidak oleh santri, tetapi juga para kiyainya juga. Jika ini sudah dijalankan, dirinya optimis seluruh masyarakat Banten akan sejahtera.

“Kita sekarang tidak usah berbicara politik, kepentingan, faksi-faksi golongan ormas. Yang harus kita bicarakan itu persatuan, supaya pembangunan yang pemerintah lakukan bisa tercapai dengan baik,” harapnya.

Banten ini, menurut WH, sudah aman dan tertata rapih. Jangan sampai ada oknum-oknum yang mencoba memecah belah dan menghancurkan tatanan yang sudah bagus ini. “Yang terpenting ulama di Banten ini bersatu, jangan terhasut oleh provokasi orang-orang di luar,” katanya. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.