Polusi Debu Pabrik Plafon di Pakuhaji Terus Berlanjut, Warga Tuntut Kompensasi

oleh -
Polusi Debu Pabrik Plafon di Pakuhaji Terus Berlanjut, Warga Tuntut Kompensasi Satpol PP DLHK Kabupaten Tangerang DPRD Kabupaten Tangerang
Anton mewakili warga sekitar mengaku heran dengan masih tetap beroperasinya pabrik plafon itu. Sampai saat ini, kata dia, belum ada penyelesaian meski warga sudah melapor ke dinas terkait dan DPRD Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Warga Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, mengaku heran dengan masih beroperasinya PT Adi Jaya Makmur Sejahtera.

Padahal aktivitas pabrik produksi plafon tersebut, telah menimbulkan polusi debu bagi warga sekitar. Bahkan, diketahui PT Adi Jaya Makmur Sejahtera juga tidak mengantongi izin alias ilegal.

Anton, salah satu dari 20 kepala keluarga (KK) di RT 04/05 yang terkena langsung dampak polusi debu PT Adi Jaya Makmur Sejahtera mengatakan, warga meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan terhadap dampak dari aktivitas pabrik plafon tersebut.

“Warga meminta ganti rugi atau kompensasi setiap bulan sebagai pengganti polusi udara dan kebisingan suara mesin pabrik itu,” jelasnya.

BACA JUGA: Debu Pabrik Plafon di Pakuhaji Bikin Warga Sesak Nafas

Anton mewakili warga sekitar mengaku heran dengan masih tetap beroperasinya pabrik plafon itu. Sampai saat ini, kata dia, belum ada penyelesaian meski warga sudah melapor ke dinas terkait dan DPRD Kabupaten Tangerang.

“Pabrik ini berdampingan langsung dengan pemukiman warga dan setiap waktu jam kerja pasti terjadi hujan debu dari dalam pabrik itu,” ujar Anton.

Polusi debu diduga berasal dari aktivitas produksi pabrik plafon PT Adi Jaya Makmur Sejahtera. Polusi debu dari bahan serbuk resin dan kalsium itu, telah menimbulkan gangguan pernafasan bagi warga setempat. Dalam jangka panjang, polusi debu tersebut bisa menimbulkan kanker.

Direktur Eksekutif LSM BP2A2N, Ahmad Suhud mengakui belum ada tindakan apapun dari Pemkab Tangerang terhadap PT Adi Jaya Makmur Sejahtera yang diduga telah menimbulkan pencemaran udara bagi warga.

BACA JUGA: Satpol PP Kabupaten Tangerang Dibilang Macan Ompong

Padahal, sambung Suhud, pihaknya mewakili warga sudah melapor ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang merekomendasikan Satpol PP untuk melakukan tindakan terhadap pabrik tersebut. Pihaknya juga sudah mengadukannya ke DPRD Kabupaten Tangerang.

“Apakah persolan itu dianggap tidak penting, atau ada pihak tertentu yang bermain, sehingga pabrik itu tetap beroperasi?” tanya Ahmad Suhud di kantornya, Selasa (16/11/2021).

Secara terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail mengaku sudah menerima surat pengaduan dari warga Kampung Kamal RT 04 RW 05 Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, melalui LSM BP2A2N, terkait polusi debu PT Adi Jaya Makmur Sejahtera.

“Sudah kami terima, dan sudah didisposisikan ke Komisi 4, nanti saya cek lagi,” ungkap Kholid Ismail melalui pesan WhatsApp.

BACA JUGA: Gawat, Warga Pakuhaji Kabupaten Tangerang Terancam Kanker

Sedangkan Kabid Gakda Satpol PP Kabupaten Tangerang, M Waisulkurni saat dikonfirmasi belum mau memberikan keterangan secara rinci terkait PT Adi Jaya Makmur Sejahtera yang masih beroperasi meski diketahui tidak mengantongi izin alias ilegal.

Sementara itu, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Manajemen PT Adi Jaya Makmur Sejahtera terkait keluhan warga tersebut. Wartawan yang hendak konfirmasi hanya ditemui security yang sedang berjaga.

“Pimpinan perusahaan sedang tidak ada di kantor bang,” kata Securty PT Adi Jaya Makmur Sejahtera yang mengaku bernama Jamal.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.