Polrestro Tangerang Kota Tangkap Kurir Sabu Jaringan Lapas Dengan Barang Bukti 18,7 Kg

oleh -
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol, Yusri Yunus (kiri) gelar kasus sabu seberat 18,7 Kg di Polrestro Tangerang Kota.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Seorang kurir narkotika dengan inisial MT yang kedapatan membawa sabu seberat 18,7 Kg lebih atau senilai Rp2 miliar lebih ditangkap Polres Metro Tangerang Kota.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Yusri Yunus di Polres Metro Tangerang Kota, Senin (16/8) penangkapan terhadap kurir jaringan Lapas tersebut merupakan pengembangan dari ditangkapnya DO yang tertangkap membawa sabu seberat 861 gram di Tangerang pada Maret 2021 lalu.

Dari keterangan DO, lanjut Yusri, petugas mendapatkan informasi akan ada pengiriman kembali sabu dengan jumlah yang lebih besar dari Sumatera ke Jakarta dan Tangerang.

Dengan begitu, tambah dia, petugas melakukan pengembangan ke daerah Bengkulu, karena ada informasi bahwa kurir beserta barang haram tersebut menginap atau  berada di salah satu hotel di wilayah itu.

BACA JUGA: Polrestro Tangerang Tangkap 3 Kurir Sabu yang Dikendalikan Dari Lapas Tangerang, Jakarta dan Bogor

” Saat petugas di sana melihat ada seorang yang membawa tas koper warna biru. karena mencurigakan petugas melakukan pemeriksaan,” Kata Yusri.

Hasil dari pemeriksaan, tandas dia,  ternyata benar serbuk warna putih  yang dimasukkan ke dalam 18 paket teh China sersebut positif sabu.

Akibatnya kurir yang berasal dari Bandung, Jawa Barat dan bekerja serabutan itu dibekuk untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Di hadapan petugas, kata Yusri, ia mengaku di suruh seseorang dengan dijanjikan imbalan Rp200 juta apabila berhasil menyampaikan barang tersebut kepada seseorang di Jakarta.

” Kasus ini masih kami kembangkan, siapakah yang nyuruh MT mengirimkan barang tersebut,” kata dia. Begitu pula, imbuhnya, dengan pengendalinya, dari Lapas manakah mereka itu.

Ditanya dari mana sabu itu dikirim, Yusri belum bisa menjelaskan secara pasti. “Biasanya, kalau barang ini dibungkus dengan paket teh, berasal dari Cina atau Malaysia” kata dia

 Namun begitu, kata Yusri, dalam kasus tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal mati. (Aan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.