Polrestro Tangerang Belum Sanksi Dua Anggotanya Yang Diduga Terlibat Narkoba

oleh -
Kasubag Humas Polres Metro Tangerang, Abdul Rochim (dok).

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Polres Metro Tangerang mengedepankan kasus praduga tak bersalah terhadap dua orang anggotanya yang  diduga terlibat kasus narkoba dan dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Kota Tangerang.

“Sampai sekarang mereka masih anggota Polres Metro Tangerang. Dan kasus pidananya sementara ini ditangani secara umum di Pengadilan Negeri Kota Tangerang,” kata Kasubag Humas Polres Metro Tangerang, Kompol Abdul Rachim  ketika ditanya soal dua orang anggotanya, AR dan SLI yang dituntut hukuman enam dan tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Kota Tangerang karena diduga terlibat kasus narkoba, Rabu (10/3).

Setelah ada putusan dari pengadilan Negeri Kota Tangerang nanti, katanya baru dilakukan sidang kode etik untuk menjatuhkan sanksi kepada yang bersangkutan.

Lebih jauh Abdul Rachim menjelaskan, kedua orang itu adalah anggota Polres Metro Tangerang yang bertugas di Polsek Benda dan Polsek Cileduk, bukan Polsek Batuceper.

Sementara itu berdasarkan keterangan Kuasa Hukum kedua terdakwa, Abel Marbun bahwa salah satu kliennya itu adalah anggota Polsek Batuceper.

“Ya betul, SLI anggota  Polsek Ciledug dan AR Polsek Batu Ceper,” kata Abel.

Abel menambahkan, sidang kasus narkoba yang melibatkan dua oknum polisi tersebut akan digelar pada Senin (15/3/2021) mendatang. “Sidang pekan depan agenda putusan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kota Tangerang menuntut dua oknum polisi berinisial AR dan SLI itu dengan hukuman penjara enam dan tujuh tahun, karena terbukti menggunakan atau memiliki narkotika jenis sabu.

Selain kedua terdakwa, Kejaksaan Negeri Kota Tangerang  juga menuntut dua orang sipil lainnya  SYL dan RZ yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Satu anggota polisi berinisial AR dituntut enam tahun penjara. Sedangkan tiga lainnya dituntut tujuh tahun penjara,” ungkap Kasi Pidum Kejari Kota Tangerang Dapot Dariarma.

Mereka, tambahnya dijerat dengan Pasal 114 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “SLI dituntut lebih berat karena barang bukti yang paling banyak ada padanya ,” Kata Dapot (Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.