Polres Tulungagung Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Tiri Hingga Hamil

oleh -
Polres Tulungagung menangkap SJT yang mencabuli anak tiri hingga hamil
Ilustrasi korban pencabulan

TULUNGAGUNG, REDAKSI24.COM—Tega benar pria berinisal SJT (48) ini menghianati sang istri yang saban hari giat mengajar di sebuah SD di Kalidawir Kabupaten Tulungagung, dia malah giat mencabuli anak tiri hingga hamil tujuh bulan.

Tim dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Tulungagung, Jawa Timur, pun akhirnya menangkap SJT pelaku dugaan pencabulan tersebut.

“Kami tangkap (SJT) setelah ada pelaporan dari korban berikut bukti permulaan yang cukup,” ujar Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Adryan Yudho Setyantono di Tulungagung, Jumat.

Tidak ada perlawanan saat penangkapan itu. Awalnya sempat mengelak, namun SJT akhirnya pasrah begitu polisi menahannya atas tuduhan pencabulan anak bawah umur.

SJT yang berlatar belakang pekerja serabutan ini sekitar tiga tahun lalu menikahi seorang guru SD berstatus janda dengan satu anak. Pengakuannya kepada polisi, setelah dua tahun pernikahannya berjalan, tersangka mulai mengeluhkan kondisi istrinya yang sudah tidak bisa lagi melayani kebutuhan bilogisnya karena alasan umur dan penyakit asma.

SJT gelap mata, melihat anak tiri yang beranjak dewasa dan mulai puber, lantas digodanya.”Pelaku mendekati korban dengan memberi iming-iming dibelikan alat ‘vape’ atau ‘vapor’ (rokok elektrik),” ungkap Ardyan.

Kepada penyidik, menurut Ardyan, pelaku pertama kali mencabuli anak tirinya sekitar September 2019 dan perbuatannya itu terus berulang, terutama saat sang istri menjar di SD. Perbuatan SJT terbongkar setelah korban hamil tujuh bulan lantaran menunjukkan perilaku mencurigakan.

Korban sering mual-muntah serta membaui wangi sabun mandi. “Sekali waktu diperiksakan ke bidan dan dokter, dikira sakit perut biasa dan diberi obat, namun gejalanya tetap. Baru diketahui justru saat di bawa ke dukun pijat, dan dikatakan perut korban sudah ‘isi’. Dari situ kemudian diperiksakan ke rumah sakit dan terbongkar semuanya,” paparnya.

Penyidik akhirnya menetapkan SJT sebagai tersangka dugaan perbuatan cabulnya yang dijerat dengan pasal 81 ayat 1,2,3 junto pasal 76d Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(Destyan/ANTARA/Jaya)