Polres Tangsel Selidiki Dugaan Jual Beli Bansos Presiden di Kelurahan Ciputat

  • Whatsapp
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Muharam Wibisono.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM –  Adanya dugaan jual beli bantuan sosial (Bansos) Presiden di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten mendapat perhatian kepolisian.

Bahkan Polres Tangerang Selatan kini sedang menyelidiki adanya dugaan jual beli Bansos Presiden tersebut. “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya pelanggaran dalam penyaluran Bansos Presiden di Kelurahan Ciputat,” kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Muharam Wibisono saat ditemui di kantornya, Jumat (3/7/2020).

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Duh, Sembako Bansos Presiden Diduga Diperjual Belikan di Kelurahan Ciputat

Penyelidikan tersebut dilakukan untuk memastikan kebenaran soal jual beli bansos Presiden yang dilakukan sejumlah oknum dan diduga melibatkan oknum RT dan RW. 

“Ya kalau tidak sesuai aturan kan itu berarti pelanggaran. Tetapi masih kita lidik. Nanti kita akan lihat apakah praktik beli paket Bansos Presiden yang dikeluhkan warga itu jadi satu kriteria dalam penyaluran Bansos tersebut atau tidak. Kalau ternyata adanya pungutan dalam distribusi Bansos itu di luar kriteria, maka menjadi pelanggaran hukum dan akan kami tindak tegas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan, tidak ada pungutan apapun yang berkaitan dengan bansos. “Enggak boleh ada pungutan apapun kepada warga penerima bansos, terlebih lagi bansos Presiden,” tegasnya.

BACA JUGA: Ironis, Jual Beli Bansos Presiden di Kelurahan Ciputat Disebut Seperti Kartel, Melibatkan Oknum RT RW

Tetapi, jika warga setuju berdasarkan hasil musyawarah adanya biaya, lanjut Ben, itu dikembalikan kepada warga. “Kalau warga memahami dan rela atau tidak keberatan karena itu merupakan hasil musyawarah warga, diserahkan kepada kesediaan warga itu sendiri,” tambah Ben.

Saat diminta terkait adanya warga yang membayar bansos untuk tiga paket sembako bansos bahkan lebih, dianggap sudah di luar kewajaran. “Kalau itu sudah keluar dari tujuan bansos,” ungkap Ben kembali menegaskan.(wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.