Polres Pandeglang Buru Dukun Bayi Tersangka MRT

oleh -
pembuang bayi
Kapolres Pandeglang, Polda Banten, AKBP AKBP Sofwan Hermanto menunjukan barang bukti yang digunakan pelaku pembuang mayat bayi.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Petugas Polres Pandeglang, Polda Banten sudah mengamankan pasangan pelajar yang menjadi tersangka pembuang bayi laki-laki di taman samping rumah warga, Kampung Kahuripan, Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang beberapa hari lalu. Pasangan itu MRT (16) dan AZ (17).

Dalam menuntaskan kasus tersebut, petugas Polres Pandeglang kini tengah memburu dukun bayi yang diduga memberi obat kepada MRT untuk menggugurkan kandungannya.

Dugaan itu dikuatkan dengan pengakuan pelaku MRT sebelum datang ke bidan Puskesmas Pagelaran, sempat minta tolong ke dukun bayi atau yang dikenal dengan sebutan dukun beranak  terlebih dahulu.

“Ketika saudari MRT ke dukun bayi yaitu diurut dan dikasih obat. Mulai dari situ tersangka MRT merasa sakit perut dan sesak nafas,” ungkap Kapolres Pandeglang, AKBP Sofwan Hermanto, saat ekspose kasus pembuangan mayat bayi, di Mapolres Pandeglang, Selasa (3/12/2019).

BACA JUGA:

. Mayat Bayi Laki-Laki Dibuang di Samping Rumah Warga Sukadame Pandeglang

. Terduga Pembuang Mayat Bayi di Sukadame Pandeglang Berstatus Pelajar

. Tersangka Pembuang Mayat Bayi di Pagelaran Pandeglang Pasangan Pelajar

Menurut Kapolres, pihaknya saat ini masih terus melakukan pencarian terhadap dukun bayi tersebut. Pihaknya juga mengaku belum mengetahui nama dan alamat dukun bayi tersebut. “Identitasnyapun masih kami dalami,” katanya.

Dijelaskan Kapolres, tersangka AZ, pacar MRT, sebelumnya pernah mengeluh kepada temannya jika pacarnya MRT hamil. Dia ingin menggugurkan kandungan pacarnya, MRT alias aborsi. Kemudian, teman AZ itu memberikan saran agar dibawa ke dukun beranak.

“Mulanya AZ tidak punya biaya untuk ke dukun bayi itu. Karena tarifnya sekitar Rp 4 juta. Tapi temannya menyampaikan pesan bila AZ bertemu dengan dukun bayinya, diminta untuk mengaku sebagai teman,” kata Kapolres menceritakan pengakuan tersangka AZ.

Ditambahkannya, dengan pesan yang disampaikan teman AZ itu, akhirnya dukun bayi tersebut menurunkan tarif menjadi Rp3,5 juta. Oleh sang dukun, MRT kemudian diurut dan diberikan obat yang diduga untuk penggugur janin.

Tersangka MRT mengalami reaksi sakit perut dan sesak nafas. Karena tak kuat menahan sakit pada perutnya, tersangka MRT kemudian meminta bantuan bidan yang juga bertugas di Puskesmas Pagelaran.

“Dari rangakaiannya, kami telah memiliki bukti kuat untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka kasus pembuang bayi,” tegas Kapolres.(Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.