Polres Jaksel Ringkus 25 Pelaku Narkotika Jaringan Lintas Provinsi

  • Whatsapp
Wadi menyebutkan polresto jaksel menangkap 25 pelaku narkotika jaringan lintas provinsi
Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan merilis pengungkapan kasus peredaran narkoba di Mako Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (16/11/2020)

JAKARTA, REDAKSI24.CO–Kasatnarkoba (Kepala Satuan Reserse Narkoba) Polres Metro Jakarta Selatan (Polresto Jaksel), Kompol Wadi Sa’abani, menyebutkan, pihaknya menangkap  25 pelaku tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika golongan satu jenis tanaman maupun bukan tanaman yang merupakan jaringan lintas provinsi.

Wadi, di Markas Polresto Jaksel, Senin, menyebutkan, para pelaku ditangkap selama masa Operasi Nila Jaya 2020 yang berlangsung selama dua minggu.

Bacaan Lainnya

“Selama kurun waktu dua minggu tersebut, total keseluruhan ada 22 perkara atau laporan perkara, dengan total tersangka sebanyak 25 orang,” ujar Wadi.

Kata Wadi, para tersangka ditangkap di beberapa lokasi, di antara di wilayah Jakarta dan Banten.

BACA JUGA: Anak Wakil Wali Kota Tangerang Yang Diduga Terlibat Narkotika Mengaku konsumsi Sabu Sejak Tahun 2018 lalu

Mereka terkait jaringan peredaran narkotika terutama ganja dari arah Sumatera untuk diedarkan di wilayah Jakarta dan Banten.

Modus para pelaku, menurut Wadi,  yaitu menjual atau membeli, menerima sebagai perantara, menguasai narkotika golongan satu baik jenis tanaman maupun bukan tanaman.

Dari 22 perkara tersebut, selain menangkap 25 orang tersangka, Satnarkoba Polrestro Jaksel juga mengamankan barang bukti berupa ganja 37,35 kilogram, sabu seberat 148,61 gram, narkotika sintetis jenis ganja seberat 55,69 gram.

Puluhan pelaku itu, lanjut Kasatnarkoba, memiliki peran beragam, ada yang sebagai pembawa, menyerahkan, atau perantara, dan ada juga bandar.

Peran ini dilihat dari modus serta barang bukti yang ada dari para pelaku. “Beberapa dari mereka jaringan lintas provisni ini ada yang residivis juga,” kata Wadi.

Dia menyebut, terdapat peningkatan jumlah kasus pengungkapan narkoba pada 2020 ini dibandingkan tahun sebelumnya, namun tidak dirinci angka detilnya.

“Ada peningkatan, terutama dari segi  modus pengiriman yang menggunakan jasa daring meningkat,” kata Wadi.

Kemudian rata-rata usia para pelaku pengedar narkotika ini tergolong usia produktif, mulai dari rentang usia 20 tahunan, adapun alasan pelaku menjadi kurir atau bandar narkotika karena alasan ekonomi.

Pasal yang disangkakan kepada 25 pelaku tindak pidana narkotika itu adalah Pasal 114 ayat 1, Pasal 111 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(Jay De Menes/ANTARA)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.