Polisi Periksa Saksi Kasus Dugaan Kekerasan dan Perbudakan Bocah di Kabupaten Tangerang

  • Whatsapp
Ilustrasi pemerkosaan bocah di kabupaten tangerang
Ilustrasi pemerkosaan bocah di Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Kepolisian dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Tangerang tengah mendalami dugaan kasus kekerasan dan perbudakan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Kanit PPA Polresta Tangerang AKP Sobirin mengatakan, saat ini pihaknya tengah menggali keterangan langsung dari korban serta dua orang saksi lainnya yakni paman dan bibi korban. “Sedang ditangani saksi-saksi juga sedang kita periksa,” kata AKP Sobirin saat ditemui Redaksi24.com, Senin (13/7/2020). 

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara indikasi dugaan kekerasan yang dialami korban memang ada. Hal itu terlihat dari adanya bekas luka tindak kekerasan pada pelipis, kaki, dan kemaluan korban. 

“Indikasi kekerasan memang ada yah dan semuanya masih kita dalami,” katanya.

BACA JUGA: Berdalih Anak Asuh, Bocah di Kabupaten Tangerang Diduga Dijadikan Budak Orang Tua Angkat

Terpisah, Kabid PPA pada Dinas Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Ratnawati mengaku prihatin atas dugaan kasus kekerasan terhadap anak tersebut. 

Ratna menuturkan, berdasarkan data laporan yang diterima DP3A angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Tangerang hingga pertengahan tahun 2020 memang tergolong tinggi. Dari Januari hingga Juli 2020 sudah ada 95 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

“Sampai saat ini sudah ada 95 kasus rata-rata kasusnya pelecehan seksual dan kekerasan,” ungkapnya 

Ia menambahkan, dalam waktu dekat DP3A Kabupaten Tangerang akan segera memberikan pendampingan khusus terkait psikologis korban dengan dilakukan trauma healing. 

BACA JUGA: Pelaku Pemerkosa Siswi SMP Cikupa Terancam Dikebiri

“Kita akan koordinasi dengan P2TP2A di Cisoka supaya korban bisa segera di trauma healing. Kalau proses hukumnya kita serahkan ke pihak kepolisian,” tandasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.