Polisi Kepulauan Riau Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Indonesia-Malaysia

oleh -
Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah (tengah) gelar juma Pers.

BATAM, REDAKSI24.COM – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri Dan Polres Tanjungpinang mengungkap jaringan narkotika internasional yang melibatkan beberapa kelompok dari warga negara Indonesia serta Malaysia.

“Jaringan narkotika internasional ini melibatkan beberapa kelompok dan warga negara termasuk warga negara Indonesia,” kata Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah melalui siaran pers-nya yang diterima Redaksi24.com, Rabu (6/11/2019)

Yan Fitri menuturkan, pengungkapan itu bermula dari laporan warga kepada aparat kepolisian bersamaan dengan tertangkapnya seorang tersangka berinisial “H” di Kota Tanjungpinang.

Berangkat dari informasi tersebut polisi segera melakukan penyelidikan yang memakan waktu hingga tiga bulan. “Dengan tertangkapnya tersangka H di jalan Kuantan, Tanjungpinang kemudian tim melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Inisial E alias Apeng yang merupakan napi lapas Tanjungpinang dan berperan sebagai pengendali dari temannya di luar,” ungkapnya.

Selanjutnya polisi juga mengamankan tersangka AK, warga negara Malaysia yang juga narapidana Lapas Tanjungpinang. AK diduga memegang peran sebagai pengontrol jalur masuk dan pendistribusian barang haram tersebut.

Dari interogasi yang di dapat polisi terhadap tersangka E alias Apeng dan AK, ditemukan seorang tersangka lainnya yang juga berinisial E.

“Inisial E diamankan di rumahnya yaitu di perumahan Taman Harapan Indah Tanjung Sengkuang Kota Batam, lalu tim membawa E untuk memberitahu keberadaan pelaku jaringan lainnya yaitu Mr X (DPO) di wilayah Marina Sekupang,” kata dia.

Namun, setibanya polisi di lokasi, tersangka mendorong petugas dan berupaya melarikan diri. Akhirnya, aparat melalukan tembakan peringatan agar “E” berhenti dan menyerah, akan tetapi tidak di gubris oleh tersangka.

Akibatnya petugas melakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan meninggal prlaku meninggal dunia. Barang bukti yang disita perugas dari pelaku berupa narkotika jenis sabu seberat 12,200 kg brutto, 220 butir pil ekstasi dan 550 butir Happyfive (55 Strip).

BACA JUGA:

Sabu Senilai Rp 4,5 Milliar Diselundupkan Via Bandara Soekarno Hatta

Sementara itu, Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar mengatakan pengungkapan itu karena adanya sinergitas jajaran Polri dalam menghadapi kejahatan terorganisir.

Dan kerjasama tersebut harus dilakukan secara kontinyu dalam pertukaran informasi jaringan lainnya dan melakukan analisa serta mengumpulkan informasi lain, terutama dalam hal kejahatan luar biasa (extraordinary crime) seperti narkotika. (Alfin/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *