Polisi Gadungan Yang Biasa Rampas Hp di Alun-Alun Tigaraksa Ditangkap Polresta Tangerang

  • Whatsapp
Polresta Tangerang gelar kasus polisi gadungan.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Dua orang pemuda berinisial AF (29) dan AC (30) ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang. Keduanya ditangkap lantaran nekat merampas puluhan unit handphone milik para remaja yang sedang berpacaran di alun-alun Pemda Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, dengan modus menyamar sebagai anggota polisi. 

Kasat Reskrim Polresta Tangerang AKP Ivan Adhitira menuturkan, kasus ini terungkap bermula saat team opsnal Sat Reskrim Polresta Tangerang mendapat informasi jika di sekitaran alun-alun Tigaraksa sering terjadi jual beli handphone rampasan. 

Bacaan Lainnya

Berbekal informasi ini, lanjut Ivan, tim kemudian melakukan observasi dan berhasil mengamankan satu orang laki-laki berinisial SP (34) yang ternyata adalah penadah handphone hasil rampasan AF dan AC. 

“Dari informasi penadah yang sudah diamankan, kami mengungkap identitas dua pelaku perampas Hp di kawasan alun-alun Tigaraksa yakni AF dan AC,” kata Kasat kepada wartawan, Senin (15/5/2020). 

Ia melanjutkan, dalam menjalankan aksinya AF dan AC terlebih dahulu mengelilingi kawasan Pemda Tigaraksa untuk mencari korban. Sasarannya, lanjut Ivan, adalah para remaja yang sedang duduk atau berpacaran di tempat-tempat gelap. 

Kata Ivan, setelah mendapatkan sasaran korban,  para pelaku yang mengaku sebagai anggota kepolisian mengancam akan membawa korban ke kantor polisi karena telah berduaan di tempat sepi pada malam hari. Apabila korban tidak bersedia maka pelaku akan meminta Hp korban sebagai gantinya dengan alasan untuk dicek.

Bahkan, para pelaku juga tak segan-segan memukul korbannya karena tidak mau menyerahkan ponsel miliknya. 

“Setelah handphone ini sudah diserahkan pelaku memberitahu korban bahwa handphone dapat diambil di kantor Polres keesokan harinya,” ungkap dia 

Selain menangkap para pelaku, lanjut Ivan, polisi juga turut mengamankan barang bukti yakni satu unit sepeda motor yang digunakan para pelaku saat beraksi dan 3 unit handphone hasil rampasan.

Ia menambahkan, terhadap para pelaku polisi akan menjeratnya dengan Pasal 365 KUHP dan 480 KUHP, tentang pencurian dan kekerasan serta penadah barang hasil kejahatan  dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun. 

Sementara itu, AF (29),  mengaku nekat menjadi polisi gadungan lantaran terdesak kebutuhan ekonomi karena tidak memiliki pekerjaan. 

“Karena kebutuhan ekonomi uangnya saya pakai untuk keperluan sehari-hari,” tukas AF. (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.