Polisi dan Massa Pendukung Calon Kades Bentrok

  • Whatsapp
simulasi pengamanan Pilkades
Petugas Polres Pandeglang berupaya menghalau massa pendukung Calon Kades pada simulasi pengamanan Pilkades serentak.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Petugas pengamanan dari Polres Pandeglang, Polada Banten, terlibat bentrokan dengan massa pendukung salah satu calon kepala desa (Calkades) saat melakukan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019 di Kabupaten Pandeglang, Kamis (12/12/2019).

Kericuhan antara pihak Kepolisian dan warga tersebut, diduga dipicu karena adanya warga yang tidak terima atas hilangnya hak pilih warga itu sendiri. Kericuhan itu berlangsung lama, petugas pengamanan dari Polres Pandeglang nampak berusaha keras menghalau massa yang ricuh. Namun amukan masa makin menggila, massapun nampak melempari petugas yang terus berupaya mengurai konsentrasi massa itu.

Bacaan Lainnya

Namun ternyata, kericuhan tersebut merupakan kegiatan simulasi pengamanan Pilkades yang dilakukan petugas Polres Pandeglang Polda Banten, menjelang hari pemungutan suara Pilkades serentak yang akan dilangsunglan pada 15 Desember nanti.

Kapolres Pandeglang, AKBP Sofwan Hermanto mengatakan, pihaknya melihat kesiapan para anggota yang akan ditugaskan untuk menjaga keamanan Pilkades, sekaligus melihat pemahaman anggota dalam menjalankan tugas sesuai dengan tingkat kerawanan.

“Ini hanya kegiatan simulasi untuk menunjukan kesiapan kami dalam mengamankan Pilkades. Kesiapan ini bukan hanya menyiapkan pasukan, tapi melihat secara langsung apakah petugas yang ditempatkan di TPS itu sudah paham dengan tugasnya masing-masing,” ungkap Kapolres usai melakukan simulasi pengamanan Pilkades di Alun -Alun Pandeglang.

BACA JUGA:

. Amankan Pilkades Serentak, Polres Pandeglang Terjunkan 540 Personel

Pilkades di Pandeglang Terapkan Sistem Pemilihan PAW

. Desember, 17 Desa di Pandeglang Gelar Pilkades Serentak

Lanjut Kapolres, dalam peragaan simulasi itu ada tingkatannya, mulai dari permasalahan yang kecil, karena antrinya terlalu lama kemudian ada yang tidak sabar. Hal itu dinilai salah satu potensi masalah, kewajiban tugas dari personil yang mengamankan memberikan arahan kepada warga.

“Dengan adanya permasalah itu dengan ketidak puasan dari panitia penyelenggaran Pilkades, maka adanya potensi permasalahan tentunya kekuatan yang kami punya ditambahkan, termasuk tindakannya pun bukan hanya himbauan, tapi kami memberikan perlindungan terhadap siapapun yang ada di lokasi Pilkades,” ujarnya.

Saat ditanya terkait dengan adanya kerawanan. Kapolres mengaku, ada beberapa titik kerawanan Pilkades, Namun pihaknya tidak menyebutkan secara spesifik, hanya menyebutkan zona merah dan zona kuning.

“Sementara ini kami sudah mendapatkan informasi itu, deteksi yang rawan dimana kami juga menyiapkan jumlah pasukannya lebih banyak, termasuk keterampilan anggota yang ditempatkan di daerah rawan itu,” katanya.

Dalam acara ini, tidak hanya melakukan simulasi pengamanan, tapi pihaknya juga melakukan deklarasi damai, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menjaga kelancaran dan ketertiban dalam Pilkades nanti.

“Dekalarasi damai ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Polisi, akan tetapi menjadi tanggung jawab bersama, agar menjaga proses Pilkades nanti berjalan lancar, aman dan tertib,” tuturnya.

Pihaknya juga berpesan, agar para Calkades untuk bisa menjaga kelancaran dan menyampaikan kepada para pendukungnya, untuk turut menjaga proses Pilkades berjalan lancar hingga selesai. “Kami harap setelah pelaksanaan Pilkades selesai, jangan sampai ada kericuhan, yang nantinya bisa menimbulkan kerugian terhadap masyarakat,” pesannya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.