Polisi Buru Panitia Santunan yang Menelantarkan Ribuan Anak Yatim di Labuan Pandeglang

  • Whatsapp
santunan yatim pandeglang
Kapolsek Labuan, Polres Pandeglamg, Polda Banten, Kompol Nono Hartono.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Petugas Polsek Labuan dan Polsek Panimbang, Polres Pandeglang, Banten saat ini tengah memburu panitia pelaksana santunan yang telah menelantarkan ribuan anak yatim di Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, beberapa waktu lalu.

Kapolsek Labuan, Polres Pandeglang, Kompol Nono Hartono mengakui pihaknya sedang menyelidiki keberadaan seorang warga Labuan berinisial EJ yang diduga telah menyebarkan berita hoax berdalih santunan anak yatim piatu.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pihaknya juga telah meminta keterangan dari sejumlah warga sekitar dan perwakilan peserta santunan. Meski tidak ada laporan secara khusus dari warga, namun menurut Kompol Nono Hartono, pihaknya berkewajiban untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan kegiatan santunan bodong tersebut.

“Kalau laporan resmi tidak ada. Tapi kami tetap menyelidiki motif dibalik kegiatan santunan yang telah meresahkan masyarakat itu,” ungkap Kompol Nono Hartono di Mapolsek Labuan, Rabu (15/7/2020).

BACA JUGA:  10 Jam Telantar, Ribuan Anak Yatim di Pandeglang Tertipu Santunan Bodong

Nono menyebut, pihaknya tidak mendapat pembeirtahuan secara resmi terkait akan adanya kegiatan santunan yatim piatu yang melibatkan ribuan peserta. Namun pihaknya mendapatkan informasi ada seorang donatur asal Kecamatan Panimbang berinisial AA yang akan menggelar santunan yatim di Desa Cigondang.

“Para anak yatim piatu dari sejumlah kecamatan berkumpul di salah satu masjid Desa Cigondang. Namun panitia maupun donaturnya tidak kunjung datang hingga sore, akhirnya peserta santunan memutuskan bubar dan pulang ke rumahnya masing-masing,” jelas Kapolsek.

Menurut Nono, kegiatan tersbeut telah menimbulkan keresahan ditengah masyarakat. Karena ribuan anak yatim yang datang menjadi telantar tanpa ada pihak yang bertanggungjawab. Karena itu, pihaknya melakukan investigasi terkait dugaan adanya pihak-pihak yang hendak membuat keresahan masyarakat dengan dalih santunan.

Namun, lanjut Kapolsek, sejauh ini pihaknya belum menemukan titik terang terkait pihak yang bertanggungjawab atas kegiatan santunan tersebut. Sebab warga sekitar lokasi santunan juga tidak banyak yang mengetahui pihak penyelengaranya.

“Koordinator dari Desa Cigondang yang berinisial EJ juga hingga saat ini belum ditemukan. Kami akan terus melakukan pencarian. Kami juga minta warga lapor jika mengetahui keberadaan EJ,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Panimbang, AKP Sugiar Alimunandar mengakui pihaknya sudah mengetahui adanya kegiatan santunan yang diduga bodong tersebut. Karena sejumlah anak yatim dari Kecamatan Panimbang juga dibearngkan ke Labuan untuk mengikuti kegiatan santunan tersebut.

BACA JUGA: Perairan Pulau Liwungan Pandeglang Dijadikan Sarang Lobster

Namun, para peserta santunan kembali lagi karena tenryata kegiatan santunan itu tidak ada alias fiktif. Kapolsek Panimbang menyatakan, pihaknya kini tengah mencari warga berinisial AA yang menjadi koordinator santunan untuk Kecamatan Panimbang.

“Kami mendapat informasi warga hendak membakar rumah AA yang ada di Mekarsari. Namun kemarahan warga bisa kami redam,” tuturnya.

AKP Sugiar Alimunandar menyebut saat ini pihaknya tengah mencari AA yang kini belum diketahui keberadaannya. “Warga juga ikut mencarinya. Namun tetap kami kawal agar tidak terjadi tindakan anarkis,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.