Polisi belum Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual di Mauk Dengan Alasan Sibuk Pengamanan Demo

  • Whatsapp
Pelecehan seksual
Ilustrasi pelecehan seksual di Mauk.

ABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Nasib malang dialami oleh Melati (bukan nama sebenarnya), seorang kembang desa asal Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, yang menjadi korban pencabulan saat ia merayakan ulang tahunnya ke 21 pada 7 Agustus 2020 lalu. 

Diduga pelakunya pria berinisial JD yang disebut-sebut sebagai centeng tanah sekaligus tetangga korban. Meski motifnya belum jelas, namun kuat dugaan aksi cabul itu terjadi lantaran pelaku tak kuat melihat kemolekan tubuh gadis tersebut.

Bacaan Lainnya

Aksi cabul yang dialami oleh Melati  baru diketahui oleh orang tuanya sekira 20 Agustus 2020.  Meski sudah dilaporkan ke Polresta Tangerang, hingga kini JD belum juga diamankan polisi dan masih bebas berkeliaran tanpa merasa bersalah sedikitpun. 

Orang tua Melati pun meminta pihak kepolisian segera menindaklanjuti dugaan pencabulan tersebut. Selain tak terima dengan apa yang menimpa anak gadisnya, orang tua Melati juga kesal karena JD tak pernah menunjukan itikad baik untuk meminta maaf. 

BACA JUGA: Satpam di Pagedangan Cabuli 4 Orang Anak di Bawah Umur Sejak Satu Tahun Lalu

Saat dikonfirmasi wartawan, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Tangerang AKP Agus Ahmad mengatakan, dari sejumlah alat bukti sebenarnya polisi sudah mau menangkap JD. Hanya saja, hal itu urung dilakukan karena terkendala oleh giat kepolisian mengamankan aksi demonstrasi. 

“Sudah dari minggu lalu mau ditangkap tapi karena ada giat demo, akhirnya kepending dan baru bisa di minggu ini kita selesaikan,” ujarnya 

Ia juga mengungkapkan, pihaknya sudah mengantongi bukti yang cukup kuat untuk menetapkan JD sebagai tersangka, diantaranya hasil visum dari rumah sakit atas perbuatan cabulnya terhadap korban. 

“Ya, hari Senin kita gelar perkaranya. Kemudian status terlapor nanti kita naikan jadi tersangka untuk kemudian kita lakukan penangkapan,” tuturnya.

BACA JUGA: Seorang Kakek Cabuli Anak Tetangga Ditangkap Polsek Cisoka

Ia menambahkan, pelaku bisa diancam hukuman penjara minimal 15 tahun. Akan tetapi, dia belum bisa menyebutkan pasal apa yang akan dikenakan kepada JD karena harus menunggu gelar perkara selesai. 

“Intinya, buktinya kan sudah kuat. Jadi, kita gak perlu panggil lagi, kita langsung naikan statusnya jadi tersangka terus langsung kita tangkap,” tukasnya (Ricky/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.