Polisi Ancam Penimbun Masker dan Antiseptik di Kota Serang

  • Whatsapp
razia Penimbun Masker dan Antiseptik Kota Serang
Petugas Polres Serang Kota memeriksa ketersediaan masker dan anti septik di salah satu apotek di Kota Serang, Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan dan penjualan masker ilegal pasca merebaknya virus corona masuk Indonesia, petugas Polres Serang Kota, Polda Banten, menggelar razia ke sejumlah apotik, waralaba, minimarket, hingga toko-toko lain yang menjual masker di Ibu Kota Banten.

Kapolres Serang Kota, AKBP Edhi Cahyono menyatakan, telah terjadi kelangkaan masker dan antiseptik di Kota Serang, Banten. Sedangkan masker yang ada di Kota Serang, kata dia, dipasok distributor dari Jakarta.

Bacaan Lainnya

“Hingga kini mereka (penjual masker di Kota Serang) belum mendapatkan kiriman stok masker lagi dari distributornya di Jakarta,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2020).

Karena itu, Edhi memerintahkan kepada jajarannya untuk memantau arus distribusi masker dan antiseptik dengan tujuan agar tidak ada penimbunan dan penjual ilegal di wilayah hukum Polres Serang Kota.

“Saya sudah memerintahkan jajaran untuk memantau alur distribusi masker dan antiseptik di Apotik, Waralaba, dan Minimarket yang ada di Kota Serang,” imbuhnya.

Edhi mengingatkan, bagi yang melakukan pembelian dengan jumlah besar bahan pokok atau panic buying, serta menimbun masker ditengah tingginya permintaan akibat isu virus corona, dapat dipidana dengan pasal 107 undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying. Beli sesuai kebutuhan saja. Selain itu lakukan pola hidup sehat dan tidak panik,” sambungnya.

BACA JUGA:

. Kondisinya Membaik, Pasien Suspect Corona Masih Diisolasi di RSDP Serang Banten

. Masker Yang Ditimbun di Tangerang, Ternyata Akan Dikirim Ke Luar Negeri

. Harga Masker di Kota Serang Banten Melambung

Sementara itu, salah satu penjaga minimarket di kawasan Taman Sari, Kota Serang, Banten, Ahmad Suhadi mengakui terjadinya kelangkaan masker di Kota Serang. Terlebih, kata dia, dengan viralnya video diduga suspect virus corona di Rumah Sakit Dradjat Prawira Negara (RSDP) Serang.

“Sudah habis. Yang nyari banyak. Biasanya jarang yang beli, ini sudah habis. Biasanya 4 hari dikirim masker sama antiseptik,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.