Polemik Pagar Pasar Cisoka, Mahasiswa Sebut Bupati Tangerang Sedang Berbisnis dengan Rakyatnya

oleh -
Polemik Pagar Pasar Cisoka, Mahasiswa Sebut Bupati Tangerang Sedang Berbisnis dengan Rakyatnya Komnas HAM Kabupaten Tangrang
Dalam polemik pagar itu, Bupati Tangerang juga dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Aliansi Mahasiswa Tangerang Anti Penindasan dan Pemagaran Terhadap Usaha Rakyat (Anti Pagar) menilai, Bupati Tangerang, Banten sedang berbisnis dengan rakyatnya sendiri.

Sebutan itu menyusul pernyataan Bupati Tangerang menanggapi permintaan klarifikasi dari Komnas HAM dalam polemik pemagaran Pasar Cisoka. Dalam polemik pagar itu, Bupati Tangerang juga dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil.

“Kami menilai komentar bupati tidak menunjukkan keberpihakan kepada rakyat kecil, jika hanya persoalan keamanan dan ketertiban, bisa ditangani Satpol PP bersama masyarakat,” kata Koodinator Mahasiswa Anti Pagar Firmansyah kepada Redaksi24.com, Minggu (9/1/2022).

Menurut Firman, pernyataan bupati terkesan jelas adanya keinginan untuk berbisnis dengan rakyatnya, dalam hal ini melalui BUMD Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) Kabupaten Tangerang.

“Tempat usaha rakyat ditutup di depan jalan, tujuannya agar mereka pindah dan membeli bangunan yang mahal di dalam pasar,” imbuhnya.

BACA JUGA: Komnas HAM Minta Bupati Tangerang Klarifikasi Pagar Pasar Cisoka

Dikatakan Firmansyah, Bupati Tangerang terlalu eksklusif, tidak lebih dekat dengan rakyat kecil. Seharusnya, lanjut dia, bupati turun langsung melihat dan mendengarkan aspirasi warga yang tempat usahanya kini dipagari besi teralis.

“Pemberian jalur kurang lebih 40 Cm dari pagar ke Ruko dan rumah warga itu, masih sangat sempit untuk jalan, dan itu bukan solusi, karena aktivitas jual beli warga terhenti akibat pagar besi yang dibangun pakai uang rakyat,” imbuhnya.

Masih kata Firmansyah, bila mengutip tanggapan bupati pada salah satu media online, Pemkab Tangerang menghormati dan menghargai langkah warga yang melapor ke Komnas HAM, menjadi pernyataan yang normatif.

Namun sangat disayangkan bupati menyebut kebijakan Perumda Pasar NKR yang memasang pagar merupakan keputusan proporsional untuk melindungi keamanan serta ketertiban dalam kegiatan jual beli di pasar.

Mahasiswa yang aktif diberbagai organisasi itu berharap Bupati Tangerang terbuka mata hatinya kepada rakyat kecil. Karena pembangunan pasar agar terjadi perputaran ekonomi, bukan sebaliknya mematikan usaha rakyat kecil.

“Tugas pemerintah memfasilitasi mereka (pemilik tempat usaha) untuk berjualan, itu juga jika pemerintah berpihak kepada rakyat bukan kepada kapitalis,” sindir Firmansyah.(Burhan/Difa)

No More Posts Available.

No more pages to load.