Polemik Demokrat, Ridwan Kamil “Kok Saya Dibawa-bawa”

oleh -
polemik demokrat,dpp,ridwan kamil,ahy,jawa barat
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil/Antara.

BANDUNG,REDAKSI24.COM–Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengaku kaget namanya dibawa-bawa dalam polemik Partai Demokrat yang disebut-sebut masuk bursa calon ketua umum.

Ridwan Kamil merasa kaget setelah membaca berita tentang dirinya dikaitkan dalam polemik pimpinan partai itu, dan santer masuk dalam bursa calon ketua umum DPP Partai Demokrat.

“Intinya saya kaget, kok nama saya malah jadi dibawa-bawa. Enggak ada yang menghubungi saya, enggak ada undangan apa pun. Saya cuma baca di media massa,” kata dia, di Bandung, Kamis (4/3/2021).

menurut Ridwan Kamil, sebagai sesama pemimpin muda dia sangat menghormati AHY sebagai ketua ketua umum DPP Partai Demokrat, dan dia berharap masalah yang tengah menghantam Partai Demokrat segera selesai.

“Dan saya berharap masalahnya selesai. Dari kacamata awam, saya mendoakan Pak AHY selalu sukses lancar memimpin Demokrat. Saya mendukung AHY pemimpin di generasi saya. Jangan diganggu ganggu kasihan,” ujar dia.

Pengamat Politik dan Pemerintahan dari Universitas Padjadjaran, Firman Manan, mengatakan “magnet politik” dari Kamil sangat kuat sehingga wajar jika sosok dia santer diburu oleh partai politik untuk menempati jabatan tinggi di tubuh parpol, salah satunya Partai Demokrat.

“Kalau menurut hemat saya wajar ya, karena ‘magnet politik’ dari Kang Emil memang kuat. Beliau selain memiliki elektabilitas, juga belum berparpol. Tentunya ini menjadi daya tarik bagi parpol,” kata Manan.

Sebelumnya beredar informasi tengang sosok pria yang akrab disapa Kang Emil itu dijagokan sebagai salah satu kandidat ketua umum DPP Partai Demokrat.

Ia digadang-gadang menjadi salah satu kandidat ketua umum melalui Kongres Luar Biasa yang bakal digelar para pendiri Partai Demokrat untuk menggantikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Akan tetapi hingga saat ini, Ridwan Kamil sendiri belum menunjukkan ketertarikannya bergabung dengan partai politik, dengan alasan masih ingin fokus menyelesaikan amanah yang diberikan warga Jawa Barat sebagai gubernur.

Menurut Manan, masuknya nama Ridwan Kamil menjadi salah satu kandidat ketua umum DPP Partai Demokrat, tidak terlepas dari sistem yang selama ini diterapkan oleh partai politik, baik di tingkat daerah atau nasional yang menjadikan elektabilitas sebagai salah satu ukuran rekruitmen.

“Kalau berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga survei kredibel, selama ini Kang Emil selalu masuk jajaran lima besar,” ucap dia.(Ajat Sudrajat/Ant/ejp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.