Polda Jabar Sita Sejuta Pil Obat Keras Produksi Rumahan

  • Whatsapp
Polisi, Evakuasi.bahan baku.Obat.Berbahaya
Petugas Reserse Narkoba Polda Jabar tengah mengevakuasi sebanyak 44 karung berisi serbuk yang diduga sebagai bahan baku mengandung kimia dan 7,9 kilogram bahan utama "trihekxiyphenidil" dari Kompleks Kopo Permai Kecamatan Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung.

BANDUNG, REDAKSI24.COM—Sekitar 1,05 juta butir diduga pil obat keras jenis Trihekxyphenidil  produksi rumahan disita jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar (Jawa Barat), di Komplek Kopo Permai, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat, Kombes Pol Rudi Ahmad Sudrajat menyatakan, menyusul temuan ribuan pil itu pihaknya menangkap empat orang diduga memiliki keterkaitan dengan obat berbahaya itu. Mereka adalah Sarman, Kholik, Rahmat, dan Tanto yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Bacaan Lainnya

“Atas dasar info dari Sarman, kami kemudian mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara), di sini ditemukan ada satu unit mesin cetak tablet yang ukurannya besar, sehari bisa menghasilkan hingga 200 ribu pil tablet berbahaya,” ungkap Rudi di rumah produksi obat keras itu di Bandung, Jumat.

Menurutnya, para tersangka membuat obat itu di sebuah kamar yang ada di rumah kontrakannya  tersebut. “Kamar itu dilengkapi dengan peredam di seluruh sisi temboknya untuk menghilangkan kecurigaan masyarakat sekitar,”jelasnya.

BACA JUGA:Astaghfirullah, Ada Ladang Ganja Satu Hektar di Bandung

Di TKP polisi juga menyita sebanyak 44 karung berisi serbuk yang diduga sebagai bahan baku mengandung kimia dan 7,9 kilogram bahan utama “trihekxiyphenidil”.

Pil-pil itu, lanjut Rudi, diduga akan diedarkan ke Jakarta dan Surabaya dengan menggunakan jasa ekspedisi yang berada di Jalan Terusan Buah Batu, Kota Bandung.

Kata dia, kasusnya sendiri bermula dari penyelidikan Badan Narkotika Nasional bersama Polda Jawa Barat hingga menangkap Sarman di lokasi jasa ekspedisi tersebut. Dari penangkapan Sarman itu dikembangkan hingga menemukan tersangka lainnya dan dua tempat produksi obat keras itu. Selain di Kabupaten Bandung, satu tempat lainnya, yakni berada di Jalan Melong, Kota Cimahi.

Rumah  produksi di Kota Cimahi itu, diduga digunakan tersangka Tanto untuk mencampurkan bahan-bahan baku dan juga tempat pencetakan pil. Dari tempat itu, polisi juga menyita sejumlah mesin pencetakan. “Tersangka lain itu yang membuat racikan itu bernama Tanto, tamatan SD, dia pengakuannya mendapat keahlian dari seseorang yang sudah meninggal, namanya Udin,” bebernya.

BACA JUGA: Pengecer Sabu Diringkus Petugas Polres Serang Kota

“Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 196 dan Pasal 197 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan tentang produksi dan peredaran obat-obatan ilegal, serta Pasal 55 Ayat 1 dan Pasal 56 Ayat 1 KUH Pidana dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar,”jelasnya.

Pada bagian lain Rudi mengatakant mengatakan rumah produksi obat keras dan berbahaya yang ada di Komplek Kopo Permai, Kecamatab Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, sudah beroperasi selama tujuh tahun atau sejak 2013. “Rumah itu rumah kontrakan, pemiliknya masih kami dalami juga karena belum jelas. Keterangan yang kita dapat, ini rumah kontrakan yang sudah di kontrak selama tujuh tahun, digunakan sebagai tempat produksi pil,”tuturnya.

Dijelaskan juga, obat yang diproduksi itu berjenis “trihexypenidyl” yang  termasuk dalam psikotropika golongan IV yang peredarannya dan konsumsinya memerlukan resep dokter.

Obat tersebut biasa digunakan sebagai penenang dan juga digunakan mengobati gejala penyakit parkinson atau gerakan lainnya yang tidak bisa dikendalikan yang disebabkan oleh efek samping dari obat psikiatri tertentu. “Obatnya bisa membuat jadi halusinasi, obat penenang,”pungkas Rudi.(Bagus/Ant/Jaya)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.