PN Cibadak Sukabumi Vonis Mati 13 Terdakwa Penyelundup Sabu 403 Kg

oleh -
pn, cibadak, vonis, mati, terdakwa, penyelundup, sabu, sukabumi
Pembacaan vonis yang dilakukan Majelis Hakim PN Cibadak pada kasus narkotika jaringan internasional yang dilakukan secara daring pada Selasa, (6/4). Pada sidang ini empat WNA dan sembilan WNI yang terlibat kasus penyulundupan sabu-sabu seberat 403 kg divonis hukuman mati/Antara.

SUKABUMI, REDAKSI24.COM– Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjatuhkan vonis hukuman mati kepada tiga belas terdakwa penyelundup sabu-sabu sebanyak 403 kg.

Para penyelundup sabu yang dijatuhi vonis mati tersebut terdiri dari empat warga negara asing (WNA) asal Timur Tengah, dan sembilan WNI.

Mereka mendapat vonis hukuman mati karena terbukti bersalah menyelundupkan 403 kg sabu-sabu ke Indonesia melalui Sukabumi.

“Vonis yang dijatuhkan hakim kepada 13 terdakwa, yang merupakan pengedar sabu-sabu jaringan internasional ini, sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, yang menuntut mereka hukuman mati,” kata Humas PN Cibadak, Muhammad Zulqarnain. di Sukabumi, Selasa (6/4/2021).

Majelis Hakim membacakan vonis mati untuk terdakwa dua WNA, yakni Husain dan Samiulah karena terbukti melanggar pasal 114 ayat UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dan telah melakukan tindak kejahatan dengan menjadi perantara penyelundupan narkotika golongan I (sabu-sabu).

Kemudian untuk dua terdakwa WNA lainnya, juga melanggar pasal 114 ayat 2 jo UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencucian Uang.

Sementara sembilan terpidana mati WNI juga melanggar pasal 114 ayat 2. Mereka mempunyai peran masing-masing, dalam menyelundupkan sabu-sabu senilai ratusan miliar rupiah melalui perairan laut Sukabumi.

Dengan dijatuhkannya hukuman mati kepada 13 terdakwa penyelundup sabu tersebut, membuktikan bahwa negara tidak main-main dalam memberantas peredaran narkoba.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Bambang Yunianto menyambut baik vonis hukuman mati yang dijatuhkan manjelis hakim karena sesuai dengan tuntutan JPU.

“Dari hasil sidang vonis yang digelar secara daring dengan menghubungkan tiga lokasi berbeda, jaksa menyatakan pikir-pikir, terdakwa atau penasehatnya juga menyatakan pikir pikir,” katanya.

Bambang melanjutkan, bahwa untuk empat WNA terpidana mati, sejak awal menjalani sidang pihak kedutaan juga menghadirkan penerjemah.

“Mereka kini masih ditahan di Lapas Warungkiara Kabupaten Sukabumi,” ujar Bambang. (ejp)

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.