PLN UID Banten Sebut Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik

  • Whatsapp
tarif listrik
PLN UID Banten

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Banten membantah jika terjadi kenaikan tarif listrik pada masa Pandemi Covid-19. PLN mengkalim, untuk melakukan kenaikan tarif harus berdasarkan kajian terlebih dahulu sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri (Permen).

Direktur Niaga dan Managen Pelanggan PLN, Bob Saril, sebagaimana rilis yang redaksi24.com dapatkan dari Asisten Manager Komunikasi PLN UID Banten, Bernanto mengatakan, pada masa Covid-19 PLN sama sekali tidak menaikkan tariff dasar listrik.

Bacaan Lainnya

Lonjakan angka meteran yang terjadi akhir-akhir ini merupakan kalkulasi hitungan penggunaan listrik selama masa Covid-19 antara bulan April dan Mei, yang tercatat pada basis data penggunaan listrik PLN. Dimana pada saat itu, kata dia, terjadi peningkatan penggunaan listrik seiring kebijakan pemerintah untuk tetap berada di rumah.

“Masalahnya selama ini, yang tercatat di meteran itu adalah angka penghitungan dalam kondisi normal, tiga bulan sebelum Covid-19. Sehingga ketika kami keluarkan angka yang sebenarnya, masyarakat melihat PLN sudah melakukan kenaikan tarif, padahal itu adalah tarif penggunaan listrik yang mereka pakai selama Covid-19,” ujarnya, Selasa (9/6/2020).

Saril juga membantah terkait isu subsidi silang yang dilakukan PLN selama masa Covid-19. Menurutnya, isu itu mudah dipatahkan dengan cara melihat langsung dari meteran yang ada di pelanggan. Angka pada meteran akan sama dengan yang dilakukan saat pembacaan total penggunaan.

“Tarif listrik itu aturannya sudah jelas ada di pemerintah. Ada Permen-nya. Semuanya mengacu pada peraturan itu. Jadi isu subsidi silang itu saya pastikan tidak ada. Kenaikan pemakaian memang ada, tetapi kenaikan tarif tidak ada,” katanya.

Untuk memastikan adanya kenaikan atau tidak itu, kata dia, bisa dilakukan oleh pelanggan itu sendiri, karena meteran PLN ada di rumah setiap pelanggan. Pelanggan bisa melihat dan mengamati pergerakan angka pada meteran, sesuai dengan pemakaian yang dilakukan, mulai pagi, siang sampai malam.

“Begitu seterusnya hingga beberapa hari. Kemudian coba bandingkan dengan sebelumnya, apakah terjadi kenaikan atau tidak,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, agar biaya penyesuaian ini tidak membebani masyarakat, pihak PLN memberlakukan sistem pembayaran secara berangsur dari biaya selisih yang dipakai pelanggan selama Covid-19 dengan kondisi normal.

“Kebijakan ini dinilai tidak akan membuat beban pelanggan terlalu berat,” katanya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.