PLN Pusat Harus Turun Tangan Atasi Dugaan Penggelapan Tagihan Listrik Pelanggan di Rangkasbitung

  • Whatsapp
Direktur LBH UMT, Gufroni.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Sedikitnya 80 orang pelanggan PLN ULP Rangkasbitung yang sejak beberapa tahun lalu membayar tagihan listriknya melalui loket Windi merasa kecewa. Pasalnya pembayaran tagihan listrik yang mereka lakukan pada Mei dan Juni 2020 lalu digelapkan, sehingga mereka harus membayar kembali tagihan tersebut.

Seperti yang dikatakan Sri, salah seorang pelanggan PLN ULP Rangkasbitung. Warga Kampung Sawah, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten itu mengaku kecewa terhadap loket Windi yang telah membawa kabur uang tagihan listriknya.

Bacaan Lainnya

“Bulan Mei lalu saya sudah membayar tagihan listrik lewat loket tersebut. Tapi karena uangnya tidak dibayarkan kepada PLN, maka saya harus bayar  double, bulan lalu dan bulan sekarang,” kata Sri ketika dihubungi Redaksi24.com melalui telepon selulernya, Jum’at (3/7/2020).

BACA JUGA: Sedikitnya 80 Pelanggan Yang Pembayaran Rekeningnya Digelapkan Datangi PLN Rangkasbitung

Sri mengungkapkan, dirinya telah membayar tagihan listrik lewat loket Windi sejak tahun 2019 lalu. Biasanya kata dia, tidak masalah. Tapi kenapa sejak bulan Mei lalu seperti itu. “Saya sudah langganan, jika tidak bisa datang ke kantor PLN saya bayar di sini (loket windi),” kata dia.

Namun setelah dirinya mendatangi PLN ULP Rangkasbitung untuk melaporkan masalah tersebut, pihak PLN memberikan kompensasi dengan membayarkan tagihan uangnya tersebut. “Katanya kompensasi yang berbentuk pembayaran uang tagihan yang saya setorkan itu datang dari pihak loket Windi,” kata Sri.

Tetapi karena tagihan yang doubel itu sudah terlanjur dibayar, kata dia,  maka kompensasi tersebut dialihkan ke bulan Juli. “Jadi bulan ini saya hanya membayar beberapa puluh ribu saja, kekurangannya diambil dari uang yang sudah bayarkan pada 2 bulan lalu,” kata dia.

Lebih jauh Sri mengatakan, dirinya meminta pada pihak manajemen PLN untuk mengevaluasi kinerja, dan meningkatkan pengawasan terhadap loket-loket pembayaran yang menjadi mitra PLN, sehingga peristiwa seperti itu tidak terulang kembali.

“Pengawasan harus ditingkatkan, karena kasus ini  sangat merugikan masyarakat, khususnya pelanggan PLN,” kata dia.

BACA JUGA: Loket Pembayaran di Lebak Gelapkan Tagihan Pelanggan, PLN Harus Tanggung Jawab

Menyikapi masalah tersebut, praktisi hukum dari LBH UMT, Gufroni mengatakan, bila merujuk dari apa yang dikatakan oleh para pelanggan PLN, banyak terjadi kejanggalan. Pasalnya, para pelanggan bisa membayar tagihan listrik ke loket Windi, karena loket tersebut sudah punya koneksitas dengan PLN ULP Rangkasbitung.

Bila tidak, darimana loket tersebut mengetahui jumlah tagihan yang harus dibayarkan dengan menggunakan nomor registrasi atau PIN pelanggan. Dan cara pembayarannya pun, sudah pasti langsung masuk ke PLN.

Dengan begitu, kata Gufroni, seharusnya PLN pusat turun tangan mengatasi masalah tersebut dengan membentuk tim khusus, guna melakukan penyelidikan.

Apabila dalam penyelidikan itu ditemukan adanya pelanggaran, baik dari pihak loket maupun PLN ULP Rangkasbitung, harus ditindak tegas ke jalur hukum. Mengingat tindakan tersebut telah mencederai atau merusak nama baik PLN, selaku perusahaan negara.

” Saya kira yang dirugikan dalam masalah ini bukan hanya pelanggan, tapi juga PLN selaku perusahaan negara. Karenanya PLN pusat harus turun tangan untuk membersihkan praktik-praktik ‘kotor’ yang dapat merugikan PLN secara menyeluruh,” tandas Gufroni yang menjabat Direktur di LBH UMT. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.