PLN Lebak Harus Tanggung Jawab Atas Penggelapan Tagihan Pelanggannya

  • Whatsapp
PLN Lebak
Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rangkasbitung.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Anggota DPRD Lebak Abdul Rohman mengaku geram akan banyaknya aduan masyarakat yang menjadi korban atas dugaan penggelapan uang pembayaran tagihan listrik yang dilakukan oleh loket Wina di Rangkasbitung. 

Bahkan dalam kurun waktu dekat, pihaknya akan melakukan  pemanggilan terhadap manajemen PLN guna meminta kejelasan akan kasus itu. ” Dalam waktu dekat PLN akan kita panggil untuk memberikan penjelasan soal kasus itu,” kata Anggota Komisi II, DPRD Lebak, Abdul Rohman saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/6/2020).

Bacaan Lainnya

Pasalnya, kata dia,  PLN tidak boleh lepas tanggung jawab atas kejadian yang merugikan para pelanggannya. Selain itu, tambah dia, PLN juga harus membebaskan sejumlah tagihan susulan terhadap para pelanggan yang menjadi korban pihak Loket di Jalan Patih Derus, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung tersebut. 

“Intinya kami minta bebaskan biaya pelanggan yang sudah membayar ke loket itu. Meskipun, pihak loket tidak menyetorkan ke PLN,” ujar Komeng sapaan akrab anggota komisi II DPRD Lebak ini. 

Kepala Supervisi Vendor Arindo, yang merupakan mitra kerja PLN, Yadi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi  dengan pihak keluarga pengelola Loket Windi untuk dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah merugikan masyarakat. 

Sedangkan mengenai pembayaran tagihan listrik yang sudah dibayarkan oleh pelanggan, kata dia, akan ditangguhkan hingga tanggal 20 Juni 2020. Namun, jika tetap menunggak dan sudah lewat tanggal itu tentu petugas akan melakukan pemutusan sementara. (Yusuf/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.