PKK Gelam Jaya Bantu Korban Banjir Yang Disebabkan Saluran Irigasi Tidak Berfungsi

  • Whatsapp
Ibu-ibu PKK Gelam, Pasar Kemis dirikan dapur umum.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Dengan semangat gorong-royong, ibu-ibu yang tergabung dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang membuka dapur umum untuk korban banjir.

Dapur umum dari swadaya masyarakat itu setiap hari mampu memasak 400-600 nasi bungkus untuk dibagikan kepada kepada warga di 10 RW terdampak banjir, termasuk yang tinggal di pengungsian.

Bacaan Lainnya

“Ini hari kedua. Kita masak sehari dua kali, untuk sarapan dan makan siang. Setelah selesai masak, biasanya ada perwakilan dari RT yang terdampak banjir datang ke sini mengambil nasi bungkus,” kata Bendahara PKK Desa Gelam Jaya, Emma Masitoh saat dihubungi Redaksi24, Rabu (26/2/2020).

Emma melanjutkan, gerakan ini merupakan inisiatif ibu-ibu PKK dalam rangka meringankan beban para korban banjir. Bahan-bahan yang diperoleh juga murni dari swadaya masyarakat, seperti sumbangan pak Camat, pak Dewan dan juga penggunaan dana desa. “Gerakan ini sudah dua kali kami lakukan. Pada banjir sebelumnya juga kami membuat dapur umum. Cuma untuk sekarang alhamdulillah tidak separah kemarin,” ucap Emma.

Emma berharap banjir sekarang ini cepat surut, sehingga tidak berlama-lama membentuk dapur umum. “Mudah-mudahan besok sudah surut. Kita sih ingin secepatnya. Karena selain di sini, setiap RW juga ada yang membuat dapur umum,” katanya.

BACA JUGA:

Diguyur Hujan semalam, Perumahan Villa Regency Kebanjiran Lagi

Banjir Lumpuhkan Kawasan Jalan Raya Serang Kabupaten Tangerang

Hal yang sama juga dikatakan Wakil Ketua DPRD Banten Dapil Tangerang, Muhammad Nawa Said Dimyati. Pria yang akrab dipanggil Cak Nawa ini mengaku daerahnya sudah menjadi langganan banjir disaat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Itu terjadi, katanya, karena disebabkan oleh saluran irigasi di dekat Desa Gelam Jaya yang tidak berfungsi dengan baik, padahal aliran hulunya langsung ke Gunung Putri, Bogor yang intensitas aliran airnya cukup besar.

Samahalnya yang terjadi di wilayah hilirnya, yakni situ Gelam. Sebagian besar tanahnya sudah dikuasai pengembang. “Tanggul sungai di dekat kantor Desa Gelam Jaya juga jebol, sehingga menggenangi jalan yang berada di dekatnya,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Politisi Demokrat ini, dirinya meminta agar Pemprov Banten melalui DPKAD, segera menginventarisir aset situ yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang, karena di sini banyak aset Pemprov yang dikuasai oleh swasta. Termasuk normalisasi sungai Cirarab yang menjadi domain Pemprov Banten.

“Situ Gelam Jaya diameternya tidak seluas dulu, karena tertutup oleh perumahan. Regency dua, permata dan Tomang Baru. Jika sudah dinormalisasi, aliran air yang dari Bogor Insya Allah akan langsung ke situ, dan masyarakat Gelam Jaya sudah tidak disibukkan dengan bencana banjir tahunan,” jelasnya. (Luthfi/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.