Pindahkan Masjid Agung, Wali Kota Serang Disomasi GPSM

oleh -
masjid agung
Masjid Ats Tsauroh kini menjadi Masjid Agung Kota Serang.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Wali Kota Serang, Banten, Syafrudin menetapkan Masjid Ats Tsauroh di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, menjadi Masjid Agung Kota Serang. Penetapan itu menuai somasi dari Gerakan Pengawal Kota Serang (GPSM).

GPSM menilai penetapan Ats Tsauroh sebagai Masjid Agung Kota Serang benuansa politis. Sebab sebelumnya, wali kota sudah menetapkan Masjid Agung Kota Serang berada di Alun-Alun Barat. Selain itu, penetapan Ats Tsauroh sebagai Masjid Agung Kota Serang juga diduga tidak melalui persetujuan banyak tokoh penggagasnya.

“(Penetapan) Itu tidak dihadiri ulama penggagas masjid agung sebelumnya. Saya melihat ini cenderung politis. Itu dianggap warisan Wali Kota Serang sebelumnya, bukan yang sekarang,” kata Ketua GPSM, Enting Abdul Karim kepada wartawan di Kota Serang, Rabu (26/2/2020).

Tak hanya itu, menurut Enting, ulama di Kota Serang akan melayangkan somasi kepada Pemkot Serang mengenai penetapan Masjid Agung tersebut. Saat ini, kata dia, surat somasi sudah ditandatangani 7 perwakilan ulama dari setiap kecamatan di Kota Serang.

“Akan segera kamis serahkan ke Wali Kota Serang. Yang menandatangi (somasi) ada MUI, Majlis Taklim, BKPRMI, FSPP, dan tokoh lainnya di setiap kecamatan,” imbuhnya.

BACA JUGA:

. Kota Serang Akan Dijadikan Kota Metropolitan

. Wali Kota Serang Minta OPD Serius dan Tidak Main-main Ikuti Rapat Pembahasan Rancangan LKPJ

. Pemerintah Pusat Turun Tangan Atasi Dolbon di Kota Serang Banten

Enting juga mengaku sudah menapat dukungan para tokoh se Banten untuk mensomasi wali kota. Menurut Enting, Somasi dilayangkan, karena pihaknya sudah lelah dengan audiensi yang tidak membuahkan hasil.

“Bahkan ketika penetapan Ats Tsauroh sebagai Masjid Agung pun kami tidak diundang. Kalau somasi ini tidak diindahkan, akan menghilangkan kepercayaan masyarakat, tagline Aje Kendor sudah menipu umat,” tegasnya.

Menenggapi itu, Wakil Wali Kota Serang, Subadri Ushuludin menyatakan, pihaknya tidak asal menetapkan Ats Tsauroh sebagai Masjid Agung Kota Serang. Penetapan itu, kata dia, sudah melalui musyawarah.

Pihaknya juga bukan berarti tidak mau merealisasikan Masjid Agung di Alun-alun Barat Kota Serang yang peletakan batu pertamanya dilakukan wali kota sebelumnya. Dalam studi pembangunan, kata dia, disebutkan, Alun-alun Kota Serang tercatat sebagai benda cagar budaya.

Dari situ, kata dia, pihaknya kembali melakukan kajian terhadap loksi bakal Masjid Agung Kota Serang. Pihaknya juga tidak hanya satu tempat dalak melakukan kajian. “Dari hasil kajian konsultan, Masjid Ats Tsauroh layak dijadikan sebagai Masjid Agung Kota Serang,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Serang, Syafrudin menganggap somasi GPSM terkait penetapan Masjid Ats Tsauroh sebagai Masjid Agung Kota Serang sebagai suatu hal yang wajar. Pihaknya siap membuka dialog terkait pemindahan lokasi masjid agung itu.

“Saya anggap wajar (somasi). Saya inginnya masjid agung itu di rumah saya, tapi kan ada mekanismenya, sudah menempuh studi pembangunan FS maupun DED. Jadi kami sudah jalankan sesuai aturan,” tandasnya.(Adi/Difa)