Pimpinan KPK Nurul Ghufron: Kami Sesungguhnya Sedih Saat Tangkap Pejabat Negara

oleh -
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengaku bersedih saat menangkap pejabat negara terindikasi tindak pidana korupsi
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Salah satu pimpinan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Nurul Ghufron mengaku pihaknya sesungguhnya bersedih hati saat menangkap pejabat negara yang teridikasi melakukan tindak pidana korupsi.

“KPK juga tentu bersedih karena bagaimanapun mereka adalah bagian dari pemimpin bangsa. Ketika kian banyak pejabat negara ditangkapi, sesungguhnya wajah dan reputasi bangsa Indonesia jadi runtuh, itu yang kami tidak inginkan,”ungkap Nurul Ghufron, Wakil Ketua KPK ini.

Nurul Ghufron menyatakan itu dalam konferensi pers Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) yang disiarkan melalui Youtube KPK, Rabu.

BACA JUGA:76 Tersangka Korupsi Ditangkap KPK  Lewat OTT, Ini Rinciannya!

Karenanya, lanjut dia, lembaganya akan lebih meningkatkan upaya pencegahan tanpa mengurangi penindakan.

“Seperti disampaikan Presiden, pendekatan yang akan kami lakukan adalah mencegah lebih utama, sepanjang belum terjadi tindak pidana korupsi, sepanjang tidak ada mens rea, sepanjang belum selesai tindak pidananya, maka kami akan cegah,”jelasnya.

Gufron mengaku telah banyak yang dilakukan pihaknya dalam hal pencegahan korupsi selama 8 bulan terakhir pada masa kepemimpinan KPK periode 2019—2023.

“Banyak sudah track record yang telah kami lakukan selama 8 bulan ini. Kami sudah melihat ada potensi kerugian maka kami masuk ke dalamnya untuk mencegah pidana korupsi, kemudian kalau terjadi tindak pidana korupsi, tetap kami akan lakukan (penindakan),” kata Nurul Ghufron.

Ditambahkan, ke depan  lembaga antirasuah ini akan terus meningkatkan pencegahan dengan membenahi area-area yang rawan timbul terjadinya tindak pidana korupsi, mulai dari regulasi, kebijakan-kebijakan yang sekiranya tumpang-tindih(Benardy/Ant/Jaya)