Pimpinan DPRD Pandeglang Dukung Aspirasi Penolakan UU Omnibus Law

  • Whatsapp
DPRD Pandglang
Ketua DPRD Pandglang. Tb Udi Zuhdi menandatangani pakta integritas yang disodorkan para pengunjukrasa.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Ratusan Mahasiswa dari Cipayung Plus Pandeglang, yang tergabung dalam beberapa organisasi kemahasiswaa, HMI, GMNI, GMNI, HMI, IMM, LMND dan Kumandang kembali melakukan aksi unjukrasa penolakan Undang-undang (UU) Omnibus Law atau UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Pandeglang, Kamis (15/10/2020).

Dalam aksinya para mahasiswa mendesak kepada Pimpinan DPRD Pandeglang, untuk menandatangani fakta integritas penolakan UU Omnibus Law yang disahkan DPR RI beberapa hari lalu.

Bacaan Lainnya

Pantauan Redaksi24.com, ratusan Mahasiswa Cipayung Plus Pandeglang, yang melakukan aksi unjukrasa menolak UU Cipta Kerja itu mendapat pengawalan ketat dari petugas Polres Pandeglang. Pihak kepolisian memasang kawat berduri di jalan raya, tepatnya gerbang pintu masuk Gedung DPRD Pandeglang, untuk menghalau massa aksi tersebut.

Setelah beberapa menit melakukan orasi, ratusan pendemo itu disambangi unsur Pimpinan DPRD Pandeglang, mulai Ketua DPRD, Wakil Ketua II dan Wakil Ketua III DPRD Pandeglang.

Para Mahasiswa Cipayung Plus juga melakukan dialog dengan para unsur pimpinan DPRD. Setelah beberapa menit berdialog di depan Gedung Legislatif, ketiga pimpinan DPRD Pandeglang itu, menandatangi pakta integrutas yang disuguhkan para demonstran.

BACA JUGA: Pjs Bupati Pandeglang Bebaskan Warga Rayakan Maulid, Asal Tetap Jaga Ini

Disela dialog antara masa aksi dengan unsur pimpinan DPRD Pandeglaang, ada sejumlah peserta demo yang diamankan aparat Kepolisian, sejumlah orang yang diamankan aparat itu diduga pelajar siswa tingkat SLTA.

Salah seorang orator aksi demo, dari GMNI Pandeglang, Tb Muhamad Afandi mengatakan, aksi demo penolakan UU Omnibus Law tersebut merupakan aksi kedua kalinya. Bahkan kata dia, pada saat aksi demo pertama para Mahasiswa Cipayung Plus merasa kecewa, karena tidak ada respon dari pihak DPRD Pandeglang.

“Tapi sekarang ini ada tiga unsur pimpinan DPRD Pandeglang merespon atas aspirasi yang kami sampaikan, terkait penolakan UU Omnibus Law ini. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan sikap dan penandatanganan pakta integritas oleh unsur pimpinan DPRD ini,” ungkapnya.

Lanjut dia, dalam pakta integritas yang ditandatangani unsur pimpinan DPRD Pandeglang, selama 7×24 jam tidak ada tindaklanjut dari DPRD Pandeglang, artinya DPRD siap menerima konsekwensinya. Tapi ia meyakini unsur pimpinan DPRD Pandeglang konsisten dengan apa yang disampaikannya kepada para pendemo.

“Dalam dialog tadi, unsur pimpinan DPRD juga menyampaikan rasa keperihatinannya kepada kami atas sisahkannya UU Omnibus Law oleh DPR RI,” katanya.

Saat ditanya apakah nanti Mahasiswa Cipayung Plus Pandeglang itu akan ikut gabung melakukan aksi penolakan UU Cipta Kerja ke Jakarta. Ia mengaku, sejauh ini Mahasiswa Cipayung Plus Pandeglang belum ada intruksi dari pengurus besar untuk ikut menyuarakan aspirasi di pusat.

“Jika ada intruksi dari pengurus pusat untuk demo di Jakarta, tentu kami juga akan turun,” ucapnya.

Sementara, Ketua DPRD Pandeglang dari Partai Gerindra, Tubagus Udi Zuhdi mengaku, mengenai penandatanganan pakta integritas itu merupakan dukungan dari DPRD Pandeglang terhadap aspirasi yang disampaikan para Mahasiswa, terkait penolakan UU Omnibus Law tersebut.

“Bukan secara kelembagaan kami menolak secara langsung. Itu hanya dukungan kami terhadap aspirasi dari maayarakat dan Mahasiswa,” ujarnya.

Saat disinggung terkait anggota DPR RI dari Partai Gerindra yang ikut mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi UU, sementara pihaknya mendukung aspirasi penolakan UU Omnibis Law oleh pendemo tersebut. Ia mengaku, kondusivitas di daerah Pandeglang harus teejaga, maka pihaknya menyampaikan bentuk dukungan terhadap aspirasi yang disampaikan para pendemo tersebut.

“Kami berpikir soal kondusivitas daerah. Kan itu hanya dukungan aspirasi dari temen-temen Mahasiswa, bukan berarti secara kelembagaan kami menolak atas disahkannya UU Omnibus Law itu,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.