Pilkades di Pandeglang Terapkan Sistem Pemilihan PAW

  • Whatsapp
Ramadani
(Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang, Banten, Ramadani.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah desa di Kabupaten Pandeglang, Banten, bakal menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada tanggal 15 Desember 2029 nanti. Namun dalam Pilkades tersebut ada dua mekanisme pemilihan, yaitu dilakukan secara terbuka dan sistem pemilihan Pergantian Antar Waktu (PAW).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang, Banten, Ramadani mengatakan, tahapan Pilkades saat ini akan segera dimulai.

Bacaan Lainnya

Karena pemilihan akan dilangsungkan 15 Desember mendatang, namun kata Ramadani, ada dua mekanisme dalam Pilkades nanti. Yaitu, dilakukan secara terbuka dan pemilihan melalui sistem PAW.

“Yang akan melaksanakan Pilkades ada sebanyak 17 desa. Diantaranya 12 desa dilakukan pemilihan yang melbatkan seluruh hak pilih di desa itu, dan 5 desa dilakukan melalui PAW,” ungkap Ramadani saat ditemui usai menghadiri perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun – alun Kecamatan Menes, Selasa (22/10/2019).

BACA JUGA:

. Desember, 17 Desa di Pandeglang Gelar Pilkades Serentak

. Pilkades di Kabupaten Serang Dinilai Sudah Transparan

. Bupati Tangerang Tegaskan Tahapan Pilkades Serentak Dilanjut

Dalam mekanisme pemilihan melalui PAW, lanjut Ramadani, calon tetap dipilih. Namun sistemnya keterwakilan. Seperti perwakilan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan RT/RW.

“Desa yang melakukan Pilkades melalui PAW, karena Kadesnya mengundurkan diri, meninggal dunia, tersangkut masalah hukum dan persoalan lainnya, yang belum habis masa jabatannya. Namun tetap dipilih atas keterwakilan dari beberapa tokoh masyarakat,” katanya.

Dalam sistem PAW juga calon Kades harus lebih dari 1, namun jumlah maksimaa yaitu 3 calon, berbeda dengan Pilkades langsung. Menurut dia, Pilakdes melalui sistem PAW juga bukan kali ini saja. Sebelumnya pada tahun 2017 juga pernah diterapkanj sistem yang sama.

“Siapapun boleh mencalonkan diri dalam Pilkades sistem PAW. Tidak hanya calon yang kalah dalam Pilkades sebelumnya. Pemilihannya melalui keterwakilan saja,” ujarnya.

Saat ditanya, dari mana biaya yang akan digunakan untuk Pilkades, ia mengaku, diambil dari Dana Desa (DD). Akan tetapi Pemda Pandeglang hanya membantu untuk pengadaan surat suara dan surat panggilan pencoblosan.

“Sekarang sudah mulai pembentukan panitia Pilkades, baik tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Mudah-mudahan pada pelaksanaannya nanti berjalan lancar,” harapnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.