Pilkades di Kabupaten Serang Dinilai Sudah Transparan

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Serang, Banten, Aep Saefullah.

KABUPATEN SERANG, REDAKSI24.COM – Komisi I DPRD Kabupaten Serang menilai pelaksanaan tahapan Pilkades serentak 2019 sudah berjalan sesuai mekanisme yang telah ditentukan.  Panitia Pilkades, baik di tingkat desa, kecamatan dan Kabupaten Serang, juga dinilai telah menjalakan tugasnya secara transparan.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Serang, Aep Saefullah mengatakan, pelaksanaan Pilkades 2019 di Kabupaten Serang sudah cukup terbuka sesuai aturan. Jika ada bakal calon kepala desa (Balon Kades) yang tidak terima dengan hasil tes, dipersilahkan untuk menempuh jalur hukum.

Bacaan Lainnya

“Kami rasa pelaksanaan Pilkades sudah jelas, sudah transparan. Kalau ada yang tidak terima,  di mananya? Kalau dilihat dari tes tulis, dilakukan terbuka, tidak ada bisik-bisik atau bocoran jawaban,” kata Aef Saefullah, Kamis (17/10/2019).

Saat pelaksanaan tes tertulis, kata Aep, seluruh peserta tidak diperkenankan membawa alat komunikasi, terutama telpon seluler. Penilaian benar salahnya jawaban peserta tes, kata dia, juga dilakukan langsung oleh peserta itu sendiri dengan didampingi panitia.

“Semuanya oleh peserta sendiri, semua terakumulasi, langsung diumumkan, tidak ada jeda untuk bermain. Jika ada yang tidak menerima hasil seleksi, dari sisi mananya? Semua sudah transparan,” paparnya.

BACA JUGA:

. Ratusan Balon Kades Kabupaten Serang Jalani Tes Tertulis

. Bupati Tangerang Tegaskan Tahapan Pilkades Serentak Dilanjut

. 3.000 Personil Gabungan Siap Amankan Pilkades Serentak di Kabupaten Tangerang

Penilaian Aep Saefullah itu menyusul adanya dugaan kecurangan yang dilakukan salah satu Balon Kedes berinisial SJ dari Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang yang mengoreksi sendiri jawaban hasil tes terrtulisnya saat dilakukan penilaian silang,  Rabu (16/10/2019).

Pengawas menemukan SJ mengoreksi lembar jawabannya sendiri, meski sudah diperingatkan untuk tidak memperbaiki atau mengganti jawaban salah saat panitia menyebutkan jawaban yang benar. Dari laporan pengawas, diketahui SJ mengganti sekitar 26 jawabannya yang salah setelah panitia menyebutkan jawaban yang benar.

“Kasus itu kembali kepada individunya, meski sudah diperingatkan pengawas, tapi yang bersangkutan tetap melakukan kecurangan itu. Tidak salah jika panitia kemudian melaporkan ke polisi. Sanksinya bisa didiskualifikasi,” katanya.

Aep menegaskan, DPRD Kabupaten Serang khususnya Komisi 1 akan terus mendorong pelaksanaan Pilkades serentak 2019 yang transparan dan demokratis. Pihaknya bersama SKPD terkait,  juga akan mengevalusi pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa itu.

“Kami akan terus mendorong dari sisi anggaran, akan mengevaluasi juga apa yang kurang dari pelaksanaan seleksi Pilkades untuk menjadi bahan acuan pada Pilkades berikutnya,” jelasnya.

Diketahui, sebanyak 150 desa di Kabupaten Serang akan melaksanakan Pilkades serentak tahun 2019.  Dari jumlah itu, sebanyak 142 Balon Kades dari 21 desa harus menjalani tes tertulis di Lapangan Pendopo, Kabupaten Serang, Rabu (16/10/2019). Tes tertulis dilakukan karena balon Kades di 21 desa tersebut jumlahnya lebih dari lima orang.

“Setelah panitia desa melakukan verifikasi administrasi bakal calon ada 21 desa yang bakal calonnya lebih dari 5 orang. Sehingga panitia desa mengajukan tes tertulis bagi balon Kades di 21 desa ini. Permintaan tes tertulis disampaikan kepada panitia kecamatan kemudian diteruskan kepada panitia kabupaten,” kata Rudi Suhartono, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DMPD) Kabupaten Serang, Rabu (16/10/2019).(Adi/Difa)

Pos terkait