Pilkada Serentak 2020, Bawaslu Temukan Anggota KPPS Positif Covid-19 di 1.172 TPS

  • Whatsapp
Bawaslu menemukan 18,668 permasalahan di TPS dalam Pilkada Serentak di antaranya anggota KPPS terpapar Covid-19 hadir di 1.172 TPS
Anggota Bawaslu M. Afifuddin (tengah) bersama Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar (kiri) melakukan konferensi pers pengawasan pemungutan suara di Media Centre Bawaslu RI, Jakarta, Rabu (9/12/2020). (Foto: Bawaslu RI)

JAKARTA, REDAKSI24,COM— Bawaslu menemukan sebanyak 18.668 permasalahan di tempat pemungutan suara (TPS) dari 122.700 TPS yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020, di antaranya anggota KPPS terpapar Covid-19 hadir di 1.172 TPS.

Temuan sejumlah permasalahan ini merupakan laporan yang dikirim pengawas pemilu secara cepat melalui aplikasi Sistem Informasi Pengawasan Pilkada (Siwaslu) hingga pukul 13.00 atau ketika TPS sudah ditutup.

Bacaan Lainnya

Dua anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin dan Fritz Edward Siregar dalam konferensi pers di Media Centre Bawaslu RI, Rabu (09/12) sore menyampaikan sejumlah permasalahan yang menjadi temuan itu. Dikutip dari laman Bawaslu RI, Afifuddin  merinci masalah-masalah itu diantaranya terkait perlengkapan pemungutan suara yang kurang terjadi di 1.803 TPS, tidak ada fasilitas cuci tangan di lokasi TPS sebanyak 1.454 TPS.

Masalah lainnya, lanjut Afifuddin, DPT tidak terpasang di sekitar TPS sebanyak 1.727 TPS, informasi tentang daftar pasangan calon yang berisi visi, misi, dan program serta biodata psangan calon tidak dipasang sebanyak 1.983 TPS.

Kemudian ditemukan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) terpapar Covid-19 yang hadir di TPS sebanyak 1.172 TPS. “Tentu perlu diperjelas tentang situasi-situasi yang terjadi di lapangan,” ujar Afif, sapaan Afifuddin.

Dia mengungkapkan masalah surat suara tertukar terjadi di 1.205 TPS, surat suara kurang di 2.324 TPS, pembukaan pemungutan dimulai lebih dari pukul 07.00 waktu setempat sebanyak 5.513 TPS, dan saksi mengenakan atribut pasangan calon terjadi di 1.487 TPS.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar menambahkan,  beberapa laporan spesifik yaitu perlengkapan pemungutan suara yang kurang misalnya formulir C hasil tertukar. Insiden ini terjadi di Pesisir Barat dan Lampung.

Kata Fritz, surat suara yang kurang ditemukan di Pilkada Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah (Sulawesi Barat), Kabupaten batanghari Kerinci (Jambi), Kota Semarang (Jawa Tengah), Minahasa, Minahasa Selatan (Sulawesi Utara), Pasaman (Sumatra Barat), Bandar Lampung, Pesisir Barat (Lampung), Batam (Kepulauan Riau), Barru (Sulawesi Selatan).

“Ditemukan pula surat suara yang tidak di tandatangani KPPS seperti yang terjadi di Samarinda,”ungkap Fritz.

Selain itu, permasalah TPS yang tidak menyediakan bilik khusus dengan suhu 37,5 derajat celcius ditemukan di Sleman, Daerah Istimewa Yogayakarta. “Ada pula KPPS positif terinfeksi Covid-19  namun masih bertugas di Tomohon Utara, hanya saja yang bersangkutan mendapat hasil uji swab sebelum bertugas yang hasil tes cepat sebelumnya adalah reaktif,”jelasnya.

Terkait TPS yang dibuka setelah pukul 07.00 waktu setempat, ditemukan di Pilkada Bolaangmongodow Timur, Tomohon Sulawesi Utara. “Selain ada TPS yang dimulai setelah pukul 7 pagi, tetapi ada juga TPS yang sudah dimulai sebelum pukul 7 pagi,” tutur Komisioner Bawaslu Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data, dan Informasi itu.

Kejadian khusus lain yang ditemukan pengawas TPS di daerah, menurut Fritz, yaitu saksi pasangan calon tidak menyaksikan pemungutan suara bagi pemilih di lokasi karantina, TPS roboh karena tertiup angin. Lalu ada pemohon yang tidak menandatangani daftar hadir, pengawas TPS dilarang membawa ponsel ke TPS oleh KPPS, dan pemilih yang membawa ponsel dan memotret surat suara.

Diketahui Siwaslu merupakan hasil laporan cepat dari hasil pengawasan pengawas TPS diseluruh TPS di Indonesia. Selain, sebagai informasi cepat bagian pengawasan di lapangan juga sebagai alat unutk mendokumentasikan hasil di masing-masing TPS dan sebagai data pembanding jika nanti ada TPS yang disengketakan.(Jay de Menes)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.