Pilkada Pandeglang, Irna Nyoblos di TPS 12 Thoni TPS 01

  • Whatsapp
Pilkada Pandeglang

KABUPATEN PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pandeglang, telah melangsungkan pemungutan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang, dalam Pilkada serentak 2020, Rabu (9/12/2020), pada perhelatan politik kali ini di ‘Kota Santri’ tersebut diikuti oleh dua pasangan calon, yakni Paslon petahana (Irna Narulita-Tanto W Arban) dan lawannya (Thoni Mukson-Miftahul Tamamy).

Diketahui, calon Bupati Pandeglang dari Nomor urut 01 (Irna Narulita) melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 12 di Kampung Cigadung RT 001/RW 006, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karangtanjung.

Bacaan Lainnya

Sementara, calon Bupati Pandeglang dari Nomor urut 02 (Thoni Mukson), mencoblos di TPS 01 di Kampung Makui, Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, yang merupakan desa tempat Cabup tersebut tinggal.

Calon Bupati Pandeglang Nomor urut 01, Irna Narulita mengatakan, segala upaya dan ikhtiar untuk meraih suara terbanyak dalam kontestasi politik Pilkada Pandeglang, sudah dilakukan secara maksimal. Tinggal sekarang ini kata Irna, berserah diri dan tawakal kepada Allah SWT.

“Dari segala ikhtiar yang dilakukan, tentunya sangat optimis untuk meraih suara terbanyak. Karena sikap yang optimis bagian dari sunatullah,” ungkap Irna usai mencoblos di TPS 12.

Irna juga mengaku, dalam pertarungan Pilkada ini harus siap kalah dan siap menang. Meskipun kalah, tapi harus kalah secara terhormat, sebab tidak melakukan kegaduhan dan sebagainya. Sebab pembangunan di Pandeglang harus tetap jalan dan berproses.

“Adapun target kemenangan tentu ingin maksimal. Pada Pilkada 5 tahun lalu Irna-Tanto meraih suara hampir 70 persen, tepatnya 69 persen lebih. Semoga kali ini targetnya di atas itu (70 persen, red),” ujarnya.

Saat ditanya kenapa suami dan anak-anaknya tidak ikut mencoblos. Irna mengaku, anak-anak dan suaminya semua Kartu Tanda Penduduk (KTP) nya berdomisili di Jakarta. Jadi suami dan anak-anak tidak boleh memilih calon Bupati dan Wakil Bupati di sini (Pandeglang, red).

“Kalau Pilkada hak pilih itu kan sesuai domisili. Meskipun undangan pemilihannya ada, tapi Ibu tidak mau nanti melanggar aturan dan tidak dapat berkah dari Allah. Kecuali waktu Pilpres atau Pileg, boleh punya hak untuk pindah domisili,” tuturnya.

Sementara, calon Bupati Pandeglang Nomor urut 02, Thoni Mukson menuturkan, hari ini adalah penentuan dan akhir dari perjuangan setelah bekerja keras dengan tim dan menyerap aspirasi masyarakat. Hari ini kata dia, bisa dijadikan tolak ukur harapan masyarakat yang ingin mengharapkan ada perbaikan di berbagai bidang.

“Saya kira ini akhir dari akhir pergerakan dan akhir perjuangan, banyak masyarakat yang menyampaikan tentang perubahan tentang pembangunan terutama infrastruktur jalan dan jembatan dan saya kira alat ukurnya hari ini,” ujarnya.

Dirinya berharap tidak ada kecurangan untuk melanggengkan kekuasaannya dalam lima tahun kedepan. 

“Kalau petahana dianggap tidak menghasilkan apa-apa kita berharap tidak ada intrik politik uang apapun untuk mementuan pimpinan di Pandeglang kedepan.Jangan sampai 5 tahun kedepan harapan kita semua gugur hanya kepentingan kepentingan sesaat,” singgung dia.

Pasangan calon 02 itu mengaku, optimis menang menjadi orang nomor satu di Pandeglang. Untuk menghindari kecurangan dirinya akan mengerahkan para saksi di tiap TPS. Di sisi lain Thoni juga menyakini masyarakat Pandeglang bakal mengawal proses pencoblosan jika terjadinya ada kecurangan.

“Intinya memperkuat saksi di tiap TPS dan saya sangat yakin dan percaya kepada masyarakat Pandeglang bahwa selain resmi di TPS, masyarakat juga akan menjadi saksi,” tandasnya. (Samsul/Hendra).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.