Pilkada Pandeglang 2020, Irna Berharap Tidak Banyak Calon

oleh -
Irna Narulita
Bupati Pandeglang, Banten, Irna Narulita telah mendapat restu suami untuk kembali maju pada Pilkada Pandeglang 2020.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Bupati Pandeglang Irna Narulita sudah mendapat restu dari sang suami, Dimyati Natakusumah untuk maju kembali dalam kontestasi politik Pilkada Kabupaten Pandeglang tahun 2020 mendatang. Irna pun menginginkan tidak banyak calon yang bertarung, agar pembangunan di Pandeglang berjalan dengan baik dan cepat selesai tepat waktu.

Kontestasi Pilkada, kata Irna, jangan sampai menjadi kendala dalam proses pembangunan yang sedang berjalan. Karena itu, agar pembangunan tetap berjalan sesuai target, proses Pilkada harus cepat diselesaikan.

“Masyarakat jangan sampai terlalu lama terbelah karena perbedaan pilihan politik, ini tidak saya inginkan. Dua calon saya rasa cukup,” kata Irna kepada wartawan, Selasa (8/10/2019).

BACA JUGA:

. Prabowo Ditolak Kampanye saat Pilpres, Gerindra Bakal Rebut Kursi Bupati Pandeglang dari Klan Dimyati

. Tanggapi Pernyataan Klan Jaya Baya, Irna Fokus Selesaikan Pembangunan

. Keinginan Irna Terus Bersama Tanto Tunggu Sikap Golkar

Akan tetapi, lanjut Irna, dia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat Pandeglang. Jika menurut masyarakat banyak calon itu lebih baik, maka dia akan mengikuti semua aturan mainnya. Dia berharap Pilkada tidak mengganggu proses pembangunan yang sedang dijalankan.

“Di Pandeglang sedang ada pembangunan proyek strategis nasional, Tol Serang-Panimbang dan jalur reaktivasi rel kereta Rangkasbitung-Labuan. Saya menitipkan kepada masyarakat Pandeglang agar proyek ini berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Untuk saat ini dirinya masih melakukan komunikasi intens dengan beberapa Parpol, seperti Golkar, PKS dan Nasdem. Politisi PPP itu juga akan melakukan komunikasi dengan seluruh partai yang terdaftar dalam waktu dekat. Harapannya tentu bisa bersama kembali membangun Kabupaten Pandeglang.

“Saya akan ketuk pintu kepada seluruh Parpol. Masuk dengan cara santun, ucapkan salam dan mengajak bersama membangun Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.

Irna mengaku belum mengetahui suaminya Dimyati Natakusumah memberikan warning kepada kubu Jayabaya (JB) agar tidak mengambil kavling saudara seguru seilmu di Pandeglang. Dimyati juga mengingatkan agar JB fokus kepada pembangunan di Lebak saja.

“Saya belum tau terkait hal itu. Tapi yang jelas, buah dari demokrasi itu siapapun mempunyai hak maju dalam kontestasi pemilu. Saya juga bisa mencalonkan di Kabupaten Bandung, kalau mau mah,” selorohnya.

Pada Pilkada Kabupaten Pandeglang tahun 2015 lalu, Irna diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Irna yang kala itu berpasangan dengan Tanto Warsono Arban berhasil mengungguli dua calon lainnya dengan mengantongi suara sebanyak 367.547 suara, disusul pasangan Aap Aptadi-Dodo Juanda dengan perolehan sebanyak 103.296 suara dan pasangan Ratu Siti Romlah-Yan Riyadi yang memperoleh 58.438 suara.

Kebersamaan Pilkada 2015 itu, nampaknya  tak akan terjadi kembali pada Pilkada 2020, peta politiknya akan berbeda karena Partai Gerindra sejak awal sudah bertekad akan mengusung calon sendiri dan siap bertarung melawan petahana.

“Di Pandeglang kami sudah tekadkan akan melawan petahana. Itu sudah intruksi dari ketua dewan pembina langsung Pak Prabowo Subianto,” kata Ketua DPD Gerindra Provinsi Banten, Desmon Mahesa. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.