Pilkada di Tengah Covid-19, KPU Pandeglang Butuh Tambahan Dana

  • Whatsapp
Pilkada pandeglang 2020
Jajaran KPU Pandeglang menggelar refokusing anggaran hibah Pilkada 2020 akibat dampak covid-19.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang berbarengan dengan pandemi covid-19, KPU Pandeglang membutuhkan tambahan anggaran untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD). Kebutuhan anggaran tambahan tersebut diperkirakan mencapai Rp14 miliar.

Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai mengatakan, sesuai dengan hasil rapat dengar pendapat antara komisi II DPR RI, Kemendagri, DKPP, KPU dan Bawaslu RI, tahapan Pilkada 2020 dilanjutkan dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Tentunya pelaksanaan tahapan Pilkada itu dilanjutkan dengan peneraparan protokol kesehatan. Dibutuhkan APD bagi penyelenggaran pemilu, maka dibutuhkan pula penambahan anggaran,” ungkapnya, Minggu (7/6/2020).

Menurutnya, ketika melihat dari arahan KPU RI dalam rapat dengan pendapat itu, para penyelenggar pemilu harus menjalani rapid test, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Ditambah dengan APD lain, seperti masker, hand sanitizer serta kelengkapan pencegahan covid-19 lainnya.

“Tentunya untuk memenuhi kebutuhan itu diperlukan tambahan anggaran. Kami sudah menghitung nilainya lumayan besar,” katanya.

Saat ditanya berapa estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pemenuhan APD, Sujai menyebut pada kisaran Rp 14 miliar, karena setelah dihitung biaya yang paling besar ada pada pengadaan alat rapid test.

“Anggarannya lumayan besar jika semua penyelenggaran harus dirapid test,” tuturnya.

Namun lanjut Sujai, estimasi itu juga baru sebatas terhadap penyelenggaran pemilu. Sementara pihaknya belum mengetahui penerapan protokol kesehatan, apakah sampai pada masyarakat atau peserta pemilih, seperti masker dan APD lain. Karena yang dihitung sekarang ini adalah estimasi awal.

“Biaya yang dirasa membengkak yaitu alat rapid test dan penambahan logistik penerapan protokol kesehatandi di TPS (Tempat Pemungutan Suara). Namun itu baru estimasi awal,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban mengatakan, Pandeglang pada dasarnya siap melaksanakan Pilkada di tengah pandemi covid-19. Namun, kata Tanto, Pemkab tidak lagi dapat memberikan tambahan anggaran. Sebab anggaran yang ada saja tersedot untuk penanggulangan wabah covid-19.

“Tidak adanya penambahan anggaran untuk KPU karena melihat kondisi fiskal yang terbagi untuk penanggulangan covid-19. Maka kami harap KPU juga melakukan refocusing, mudah-mudahhan bisa mencukupi,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.