Petugas Temukan 838 Pelanggar PPKM Darurat di Kabupaten Tangerang

oleh -
pelanggar PPKM Darurat, kabupaten tangerang, banten petugas gabungan satpol pp tni/polri kasatpol PP Kabupaten Tangerang Fachrul Rozi
Kasatpol PP Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi kepada wartawan Senin (12/7/2021) mengatakan, jenis pelanggaran yang ditemukan tersebut, jenisnya bervariasi. Mulai dari warga yang tidak mengenakan masker, berkerumun hingga pemilik usaha makanan beroperasi di atas pukul 20.00 WIB.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Petugas gabungan Satpol PP dan TNI/Polri menemukan 838 kasus pelanggaran selama diterapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan di Kabupaten Tangerang, Banten.

Kasatpol PP Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi kepada wartawan Senin (12/7/2021) mengatakan, jenis pelanggaran yang ditemukan tersebut, jenisnya bervariasi. Mulai dari warga yang tidak mengenakan masker, berkerumun hingga pemilik usaha makanan beroperasi di atas pukul 20.00 WIB.

“Kami mencatat sejak diberlakukannya PPKM darurat pada 3-11 Juli sudah ada sekitar 838 pelanggar. Dengan rincian pelanggar protokol kesehatan ada 571 dan pelanggaran jam operasional tempat usaha sebanyak 267,” katanya.

Ia menyebutkan, hingga selama 10 hari masa PPKM darurat pelanggar terbanyak didominasi masyarakat yang tidak disiplin protokol kesehatan dengan tidak memakai masker.

“Paling banyak warga yang tidak memakai masker,” ujarnya.

BACA JUGA: PPKM Darurat Diklaim Turunkan Mobilitas Masyarakat di Banten

Ia mengungkapkan, bagi mereka yang melanggar PPKM darurat, pihaknya memberikan sanksi sosial, seperti menyapu jalan, sanksi fisik berupa push up, dan sanksi penyitaan kartu tanda penduduk (KTP) serta sanksi administrasi berupa denda.

“Untuk sanksi lisan kami mencatat ada 437, sanksi sosial 13 orang, sanksi push up 80 orang, penyitaan KTP 26 orang dan sisanya sanksi administrasi melalui sidang tindak pidana ringan sebanyak 20 orang,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan, bagi para pelanggar yang sudah menandatangani surat pernyataan dan kembali ditemukan melanggar, pihaknya akan memberikan sanksi yang lebih berat lagi.

“Kami berharap masyarakat selalu mematuhi kebijakan pemerintah. Karena itu merupakan upaya dalam melindungi masyarakat dari penularan virus corona. Dan tentunya harus disiplin protokol kesehatan 5M,” tandasnya.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.