Petugas Cek Poin di Cilegon Pastikan Tidak Ada Surat Keterangan Covid-19 Palsu

  • Whatsapp
Hubdar

CILEGON, REDAKSI24.COM – Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi kembali menegaskan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Saya sudah meminta pada pengelola jasa angkutan penyeberangan PT. ASDP Indonesia Ferry agar tidak memberikan fasilitas kepada pemudik baik untuk penumpang pejalan kaki, kendaraan sepeda motor ataupun kendaraan pribadi. Cuma ada beberapa yang diperbolehkan menyeberang, itupun kendaraan truk yang mengangkut logistik, sembako atau peralatan medis,” kata Budi, Kamis (21/5/2020).

Bacaan Lainnya

Ia juga mengatakan, ada beberapa pengecualian bagi kendaraan bus yang ingin melanjutkan perjalanan.  Mereka harus mengantongi surat edaran dari gugus tugas yang telah melakukan rapid test dan menerangkan keterangan kesehatan, seperti kepentingan kantor, urusan keluarga sakit maupun keluarga meninggal dunia.

BACA JUGA:

. Dampak Covid-19, Jasa Angkutan Penyeberangan Kapal Pelabuhan Merak-Bakauheni Turun 50%

. Banyak Pemudik Kendaraan Pribadi Lolos Naik Kapal di Pelabuhan Merak Cilegon

. Tarif Penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheuni Naik

“Kami juga sudah meminta pada pihak kepolisian untuk mengawasi dan mengantisipasi adanya peredaran surat palsu atau surat keterangan kesehatan palsu yang diberikan calon penumpang agar bisa lolos dari pengawasan petugas di pos cek poin,” terangnya.

Budi menegaskan, minimal petugas melakukan croscek untuk didalami jika mendapatkan surat keterangan kesehatan tersebut berasal dan pihak yang mengelaurkan surat keternagan bebas dari Covid-19 tersebut.(Firasat/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.