Petugas BPBD Kabupaten Tangerang Evakuasi Cincin Besi di Jari Bocah SD

oleh -
Petugas BPBD Kabupaten Tangerang Evakuasi Cincin Besi di Jari Bocah SD tim damkar
Petugas Damkar kemudian membantu mengeluarkan cincin dari jari manis bocah SD tersebut dengan cara memotongnya menggunakan mesin gerindra kecil.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, belakangan ini banyak menerima pengaduan untuk menangani berbagai peristiwa yang terjadi ditengah masyarakat.

Seperti Tim Damkar POS Tigaraksa BPBD Kabupaten Tangerang, menerima laporan untuk mengeluarkan cincin besi yang tersangkut pada jari murid sekolah dasar (SD). Menerima laporan itu, Tim Damkar POS Tigaraksa langsung melakukan penanganan.

Murid SD yang minta cincinnya dilepaskan itu bernama Riki. Saat itu, dia hendak pulang usai bermain di Desa Munjul, Kecamatan Tigaraksa, KabupatenĀ  Tangerang. Secara tidak sengaja dia memasukan cincin besi ke jari manisnya.

Namun ternyata cincin tersebut tidak bisa dilepas kembali. Cincin besi tersebut terlalu kecil sehingga tersangkut di jari manis bocah SD itu. Riki kemudian berinisiatif meminta bantuan kepada petugas Damkar di Pos Tigaraksa.

BACA JUGA: Atlet PON Papua Asal Kabupaten Tangerang Diguyur Bonus

“Kami menerima laporan langsung dari korban di Pos Tigaraksa, katanya cincin di jarinya tidak bisa dikeluarkan atau dilepas karena terlalu kecil,” ujar Abdul Munir, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Jumat (22/10/2021).

Petugas Damkar kemudian membantu mengeluarkan cincin dari jari manis bocah SD tersebut dengan cara memotongnya menggunakan mesin gerindra kecil. Cincin yang tersangkut di jari anak itu akhirnya berhasil dieksekusi dengan baik.

“Petugas memerlukan waktu 2 menit untuk memotong cincin yang terbuat dari plat besi keras itu,” kata Munir.

Pria yang pernah menjabat Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tangerang itu mengakui, saat ini pihaknya banyak menangani berbagai kejadian yang dilaporkan warga.

“Bukan hanya penanganan kebakaran dan banjir, tapi kami juga banyak diminta untuk menangani berbagai kejadian yang dialami warga, dari pemusnahan sarang tawon atau diminta untuk menolong anak kucing yang tercebur ke dalam selokan air,” ujarnya.(Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.