Petani Kesulitan Pupuk Subsidi, Mentan Diminta Tambah Kuota ke Pandeglang

  • Whatsapp
pupuk subsidi, mentan, petani, dprd pandeglang, dinas pertanian pandeglang, langka,
Petani di Pandeglang, Banten belakangan ini mengeluhkan sulitnya mendapat pupuk subisidi.

KABUPATEN PANDEGLANG, REDAKSI24.COM –  DPRD Pandeglang melayangkan surat ke Kementerian Pertanian (Kementan) RI menyusul menghilangnya pupuk subsidi dari pasaran di daerah paling ujung Pulau Jawa itu. Akibatnya, petani di Pandeglang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi untuk musim tanam akhir tahun ini.

Karena itu, DPRD bersama Dinas Pertanian Pandeglang meminta Mentan membuka portal rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) dan menambah kuota pupuk bersubsidi untuk daerah berjuluk kota badak ini.

Bacaan Lainnya

Ketua DPRD Pandeglang, Tubagus Udi Juhdi mengaku banyak menerima keluhan dari para petani terkait kelangkaan pupuk. Atas dasar itu, politisi Gerindra ini langsung mempertanyakan kelangkaan pupuk ke Mentan.

“Pada saat reses saya banyak menerima aspirasi soal kelangkaan pupuk bersubsidi. Kami minta Kementan membuka RDKK dan menambah kuota pupuk bersubsidi ke Pandeglang,” ungkap Udi di Gedung Dewan Pandeglang, Selasa (1/12/2020).

BACA JUGA: Pelipat Susu Pilkada Pandeglang Dibayar Rp40 per Lembar

Ketua DPRD Pandeglang asal Pagelaran itu menuturkan, pupuk merupakan kebutuhan utama bagi petani. Ditambah, saat ini tengah pandemi Covid-19, yang membuat prekonomian masyarakat menurun akibat dampak bencana non alam tersebut, termasuk para petani.

Sehingga, lanjut Udi, pupuk menjadi harapan besar bagi petani untuk memenuhi kebutuhan produksi pertaniannya. Karena itu, pihaknya berharap Kementan merespon keluhan petani atas terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi.

“Saya sudah jelaskan kepada para petani, sekarang ini ada pemberlakukan e-RDKK. Makanya kami minta Kementan membuka portal e-RDKK dan menambah kuota pupuk bersubsidi,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, M Nasir mengakui terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi karena adanya perubahan sistem. Menurut dia, untuk mendapatkan pupuk para petani diharuskan mengisi e-RDKK yang disertai dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Petani kesulitan mengisi e-RDKK, seperti tidak memiliki kelengkapan dokumen kependudukan,” katanya.

Kelangkaan pupuk bersubsidi, lanjut Nasir, juga dipengaruhi bertambahnya musim tanam. Sehingga petani melakukan masa tanam sebanyak tiga kali dalam tahun ini. Meski demikian tambah Nasir, pihaknya sudah melakukan upaya untuk mengatasi kelangkaan pupuk, termasuk mengirim surat ke Mentan agat membukan portal penambahan kuota pupuk bersubsidi ke Pandeglang.

“Mudah-mudahan bisa terealisasi, kami harap sementara ini petani menggunakan pupuk non subsidi,” tuturnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.