Petani keluhkan langkanya Pupuk Bersubsidi di Lebak

  • Whatsapp
Ilustrasi pertanian di Lebak.

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Kelangkaan pupuk mulai dirasakan petani di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Bahkan pupuk bersubsidi yang disediakan oleh pemerintah juga hilang di pasaran. 

Hal itu disampaikan oleh Usep Pahlaludin, Kepala Desa Sangiang Jaya. Bahwa  semua jenis pupuk bersubsidi hilang di pasaran. Akibatnya para petani di Kecamatan Cimarga kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi sejak satu bulan terakhir ini, seperti pupuk Phonska dan Urea. 

Bacaan Lainnya

Padahal lanjut Usep, ditengah musim penghujan dan memasuki musim tanam saat ini, petani sangat membutuhkan pupuk. “Petani di semua desa di Kecamatan Cimarga menjerit, mereka kesulitan mendapatkan pupuk. Di distributor dan agen juga tidak ada,”kata Usep Pahlaludin, kepada wartawan Selasa (17/11/2020).

Dikonfirmasi masalah tersebut, Rahmat Yuniar, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak mengakui adanya kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut. 

BACA JUGA: Belasan Hektar Tanaman Padi di Lebak Diserang Hama, Petani Terpaksa Pasang Jaring di Sawah

Penyebabnya kata Rahmat, karena ada realokasi pupuk bersubsidi dari Kementerian Pertanian ke Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten. 

“Memang sempat terjadi kelangkaan. Jadi begini, kita minta alokasi pupuk ke Kementerian Pertanian itu berdasarkan RDKK. Alokasinya kurang dari kebutuhan, tapi Alhamdulillah sekarang sudah mulai didistribusikan oleh distributor ke kios – kios resmi,”katanya. 

Dijelaskan Rahmat, kebutuhan sesuai usulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Pupuk Bersubsidi  Kabupaten Lebak adalah, Urea 17.721 ton, SP36 sebanyak 11.232 ton, ZA 1.992 ton, NPK 19.028 ton.

BACA JUGA: Ditolak Bulog Petani Kabupaten Lebak Jual Murah Hasil Panen Ke Tengkulak

Alokasi dari Kementan RI melalui Dinas Pertanian Provinsi Banten, Urea 10.608 ton, SP36 sebanyak 2.313 ton, ZA 75 ton dan NPK 8.852 ton. 

Sehingga kata Rahmat, Dinas Pertanian dan Perkebunan Lebak mengajukan tambahan lagi pada bulan Oktober menjadi, Urea 13.159 ton, SP36 menjadi 3.580 ton, ZA 82 ton dan NPK: 9.345 ton. 

“Kalau melihat kebutuhan dengan alokasi, tentunya masih kurang,” tukas Kadistanbun Lebak ini. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.