Petambak Pasrah, Ratusan Hektar Tambak di Kota Serang Bakal Jadi Kawasan Industri

  • Whatsapp
lahan tambak kota serang
Ratusan lahan tambak di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten bakal dialihfungsikan menjadi kawasan industri.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemerintah Kota Serang, Banten berencana mengalihfungsikan lahan tambak seluas 400 hektar di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen,  menjadi kawasan industri.

Rencana alih fungsi lahan itu, sesuai Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Serang tahun 2020-2024 yang telah disetujui Kementerian Agraria Tata Ruang/BPN. Nantinya, lahan pertambakan ikan di kawasan itu bakal hilang dan digantikan dengan kawasan industri.

Bacaan Lainnya

Sejumlah petambak di Kecamatan Kasemen kepada wartawan mengaku pasrah dengan rencana alih fungsi lahan tambak menjadi industri tersebut. Mereka mengaku siap pindah ke daerah lain jika alih fungsi lahan tambak menjadi industri benar-benar terealisasi.

Dari pantauan Redaksi24.com, dari mulai Kampung Mangerong sampai ke Kampung Padek, Kecamatan Kasemen, terbentang ratusan hektar lahan tambak. Lahan tambak di kawasan itu umumnya penghasil ikan jenis bandeng.

BACA JUGA: Kota Serang Zona Orange Covid-19, Sekolah yang Gelar KBM Tatap Muka Bakal Ditindak

Pengurus Tambak Bandeng Kampung Padek, Kecamatan Kasemen, Sukrani (60) mengaku hanya bisa pasrah mendengar Pemkot Serang akan mengalihfungsikan lahan tambak menjadi industri. Sukrani yang sudah 10 tahun mengurus tambak mengaku tidak ada lagi pekerjaan yang dapat dilakukan bila lahan tambaknya benar-benar menjadi industri.

“Cuma ngurusin dan jagain tambak ikan punya orang, hasilnya dibagi 2. Setahun 3 kali panen, sekali panen 3 sampai 4 juta rupiah,” kata Sukrani kepadfa wartawan di tambak ikan yang dijaganya, Selasa (14/7/2020).

Menurut Sukrani, para petambak yang ada di kawasan tersebut umumnya bekerja menjaga lahan milik orang lain. Mereka mengngontrak lahan tambak dengan harga Rp2 juta per hektarnya. Namun jika nanti tidak ada lagi tambak di kawasan itu, Sukrani mengaku akan pindah mencari pekerjaan lain.

Seaat ini, lanjut Sukrani, sudah ada beberapa unit bangunan di kawasan tambak. Namun dirinya mengaku tidak tahu bangunan tersebut akan difungsikan menjadi apa. Dia juga mengaku belum mendapat sosialisasi terkait rencana alihfungsi tambak menjadi industri itu.

“Cuma dengar aja. Entah kapan kenyataannya, saya bukan pemilik, hanya pengurus tambak,” jelasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.