Peserta Sosialisasi PPKB Berjubel Dalam Satu Ruangan, Kemenag Pandeglang Dinilai Langgar Protokol Kesehatan Covid-19

oleh -
kemenag pandeglang
Peserta serius menyimak materi sosialiasi PPKB yang digelar Kemenag Pandeglang di kawasan Carita.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pandeglang, menggelar sosialisasi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) di salah satu hotel di Kecamtan Carita, Pandeglang.

Kegiatan selama tiga hari di tengah pandemi covid-19 itu,  diketahui tidak mengantongi izin dari pihak kepolisian setempat. Bahkan pada kegiatan itu, para pesertanya juga nampak mengabaikan protokol kesehatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Redaksi24.com, dugaan melanggar protokol kesehatan covid-19, seperti terlihat dalam tayangan video kegiatan sosialisasi PPKB yang beredar di media sosial. Dalam video itu, puluhan peserta sosialisasi nampak berjubel dalam satu ruangan melebihi kapasitas yang ditentukan.

Salah seorang aktivis Pandeglang, Arif Ekek menilai, dilihat dari video kegiatan sosialisasi PPKB, para peserta yang jumlahnya lebih dari 50 orang dalam satu ruangan, nampak tidak menjaga jarak sesuai protokol kesehatan covid-19.

“Kami menilai sosialisasi PPKB oleh Kemenag Pandeglang telah melanggar protokes covid-19, karena peserta berdesakkan dalam satu ruangan,” ungkap Arif, Kamis (8/10/2020).

BACA JUGA: Pelanggar Protokol Kesehatran Covid-19 di Pandeglang Masih Tinggi

Harusnya, kata Arif, pada masa pandemi covid-19, pihak penyelenggara kegiatan dapat mematuhi protokol kesehatan, supaya tidak menimbulkan klaster baru covid-19. “Saya minta pihak terkait dapat menegur Kemenag Pandeglang,” tegasnya.

Selain dinilai telah melanggar protokes, Arif juga menduga sosialiasi yang dihadiri puluhan Guru MAN maupun swasta itu sangat rentan dipolitisasi, dan atau digiring untuk mengajak memilih pada salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang  2020.

“Saya juga khawatir kegiatan ini rentan dipolitisasi atau diduga sebagai ajang menggiring ke salah satu calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang, yang tidak lain adalah anak dari Kakanwil Kemenag Provinsi Banten,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Carita, AKP Pipih mengaku pihaknya tidak mengetahui adanya kegiatan Kemenag Pandeglang yang melibatkan puluhan orang di wilayah hukum Polsek Carita.  Seharusnya, kata Kapolsek, pihak penyelenggara memberitahukan kegiatan tersebut, terlebih di tengah pandemi covid-19.

“Kalau melapor, kami bisa mengetahui jenis kegiatannya dan bisa memantau proses kegiatan tersebut. Juga tim gugus tugas penanggulangan covid-19 bisa ikut memantau, karena khawatir ada klaster baru covid-19,” ujar Kapolsek.

Mestinya, kata Kapolsek, kegiatan – kegiatan yang memang tidak urgen untuk dilakukan secara tatap muka, lebih efektif dilaksanakan secara virtual. Meski harus dilakukan tatap muka, tapi harus mengedepankan protokol kesehatan.

“Saya rasa dimasa sekarang ini kegiatan lebih efektif dilakukan secara virtual, sebagai langkah pemutusan mata rantai penyebaran covid-19,” tegasnya.

Sementara, Kepala Kemenag Pandeglang, Endang membantah jika pertemuan yang melibatkan puluhan guru MAN maupun Swasta itu telah melanggar protokol kesehatan Covid19.

“Mereka sudah jaga jarak, pakai masker dengan lengkap. Adapun tujuan dari kegiatan itu untuk membekali guru, jadi bagaimana mungkin muridnya bisa cerdas kalau gurunya tidak cerdas,” imbuhnya. (Samsul Fathoni/Difa)