Pertengahan Puasa, Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Tangerang Masih Stabil

oleh -
harga kebutuhan pokok, kabupaten tangerang, stabil, disperindag, puasa, ramadhan, idul fitri, disperindag,
Komoditas sayur mayur di pasar tradisional Kabupaten Tangerang masih relatif stabil.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Hingga pertengahan bulan Ramadhan 1442 Hijriah atau 20 April 2021, sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Tangerang, Banten, harganya masih cenderung stabil. Tidak ada lonjakan harga kebutuhan pokok yang signifikan.

Seperti komoditas cabai rawit merah, yang semula harganya menjadi hits, mulai berangsur turun hingga 8.33% atau kisaran Rp73.333/Kg. Beras IR 64 Kwalitas I Rp11.667/Kg, harga turun sampai 2.78% dari sebelumnya Rp 12.000/Kg.

Kemudian beras IR 64 KW II Rp11.000/Kg turun 0.61% dari harga sebelumnya Rp10.900/kg, IR 64 KW III Rp 9.833/Kg turun 2.32% dari semula seharga Rp10.067 dan untuk gula pasir lokal harga Rp13.500/Kg

Kemudian disusul telur ayam broiler harganya naik hingga Rp2.000 dari sebelumnya Rp22.000 menjadi Rp 24.000 atau naik 9%. Untuk komoditas daging, khususnya daging sapi murni naik Rp13.333 dari Rp121.667/Kg menjadi Rp135.000 atau 11%.

BACA JUGA: Infrastruktur Dominasi Aspirasi Masyarakat Saat Reses Anggota DPRD Kabupaten Tangerang

Untuk bawang merah dijual seharga Rp32.667/Kg. Harga telur ayam kampung Rp2.500/Butir, sedangkan untuk minyak goreng yang kemasan sederhana dijual Rp14.000/Kg. Untuk harga terigu masih terjangkau yaitu Rp9.000/Kg.

“Kebutuhan pangan merupakan hal yang sangat mendasar bagi manusia dan menjadi salah satu komoditas utama yang dibutuhkan masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, Jumat (23/4/2021).

Dia mengaku pihaknya siap mengawal harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok selama Ramadhan hingga Idul Fitri mendatang.

Pengawasan harga bahan pokok di pasaran, lanjut Ujang, sesuai Keputusan Menteri Perdagangan (Mendag) RI Nomor 20/M-Dag/PER/5/2009 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pengawasan Barang dan/Jasa yang beredar di pasaran.

Menurut Ujang, kenaikan harga sebagian besar terjadi karena beberapa faktor, mulai dari persediaan dan jalur distribusi yang cukup panjang, sehingga mendorong para pedagang untuk menaikan harga jual yang cukup signifikan.(IKP/DIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.