Pertanyakan Keuangan Sekolah, Komite Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang Dipecat Kepala Sekolah

  • Whatsapp
SMAN 30 Kabupaten Tangerang

KABUPATEN TANGERANG,REDAKSI24.COM–Komite Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang diberhentikan secara sepihak Kepala Sekolah. Diduga pemberhentian tersebut karena sikap kritis pengurus Komite Sekolah yang mempertanyakan keuangan sekolah. 

Ketua Komite SMAN 30 Kabupaten Tangerang H. Durahman mengatakan sebelum diberhentikan pihaknya beberapa kali meminta untuk berdialog membahas program dan kegiatan. Menurut Durahman ada empat hal yang dikritisi komite. Pertama, penggunaan dana sumbangan orang tua murid, diantaranya dana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebesar Rp. 175.000/siswa dan dana sumbangan untuk honor guru sebesar Rp. 60.000/bulan/siswa, selama 6 bulan. Dana tersebut dikelola oleh bendahara Dewan Komite Persiapan Pendirian (DKPP) SMAN Sukamulya yang sekarang menjadi SMAN 30 kabupaten Tangerang. Komite meminta agar uang tersebut dipertanggungjawabkan dan dibuka kepada orang tua murid. Kedua, rekrutmen guru dan tata usaha yang diduga melebihi kebutuhan sekolah. Ketiga, dugaan rangkap jabatan dan rangkap gaji kepala Tata Usaha di SMAN 30. Keempat, dugaan nepotisme dengan memberi gaji kepada anggota keluarga yang tidak bekerja di sekolah.

Bacaan Lainnya

“Namun permintaan dialog dari kami selaku komite sekolah untuk mendorong pembenahan keterbukaan di sekolah dan telah dikonsultasikan dengan KCD tidak mendapat respons dari kepala sekolah,” ujar Durahman, Sabtu (28/11/2020).

Menurut Durahman  tentunya hal ini menjadi sebuah pertanyaan besar, karena komite sekolah sebagai representatif dari orangtua/wali murid yang seharusnya menjadi mitra dalam mewujudkan sekolah yang baik yang baik sehingga mampu menciptakan generasi unggul. 

“Sayangnya kepala sekolah diajak berdialog saja selalu mengelak dan tidak memberikan respon yang baik. Malah pada tanggal 20 November 2020 lalu komite sekolah diberikan Surat Keputusan Demisioner untuk para komite sekolah dengan SK Nomor 421.3/53/SMAN 30/XI/2020,” keluhnya.

Durahman menyebut pemberhentian di tengah jalan tanpa dasar dan alasan yang jelas. Langkah tersebut menurut Durahman, menabrak aturan sekaligus mencederai demokrasi dan tata kelola di sekolah. Karena papar Durahman, berdasarkan Permendikbud 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, masa jabatan komite sekolah paling lama 3 tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan. Selain itu, keanggotaan komite berakhir apabila: mengundurkan diri, meninggal dunia, tidak dapat melaksanakan tugas karena berhalangan tetap, dan dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. 

“Langkah pemberhentian komite sekolah ini menabrak aturan sekaligus mencederai demokrasi dan tata kelola di sekolah,” tegasnya.

“Ini bukan soal kami. Ini bicara soal amanat sistem pendidikan nasional, manajemen berbasis sekolah, dan cita-cita gubernur Banten untuk membangun demokrasi dan tata kelola dalam rangka memperkuat pelayanan sekolah” tambahnya. 

Selain itu, Durahman dan para pengurus komite sudah melaporkan dugaan-dugaan penyimpangan di sekolah tersebut kepada Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Inspektorat Provinsi Banten dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten. 

“Kami juga sudah meminta dukungan dari teman-teman di Banten Bersih dan Indonesia Corruption Watch” tandas Durahman.

Saat hal ini coba dikonfirmasikan dengan pihak sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang melalui telepon, Kepala Sekolah SMAN 30 Kabupaten Tangerang belum bisa diwawancarai. (Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.