Persiapan New Normal, Restoran di Tangsel Hanya Layani Take Away

  • Whatsapp
new normal Tangsel
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menjalani cek suhu tubuh saat Sidak ke Teras Kota, Sabtu (6/6/2020).

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Sejak diperpanjangnya Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid III 1 Juni 2020, hingga kini restoran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belum sepenuhnya diizinkan beroperasi.

Meski tetap beroperasi, hanya melayani take away. Jika kedapatan ada restoran atau pelaku usaha makanan lainnya yang melanggar, akan dikenakan sanksi adminsitratif hingga pencabutan usaha.

Bacaan Lainnya

Demikian ditegaskan Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie saat menggelar inspeksi mendadak (Sidak) penerapan protokol kesehatan Covid-19 menjekang new normal di pusat perbelanjaan Teras Kota, Serpong, Sabtu (6/6/2020).

“Seandainya ada tenan atau restoran makanan yang melanggar, akan dikenakan sanksi sesuai pasal 28 Perwal (Peraturan Wali Kota Tangsel) nomor 19 tahun 2020 tentang PSBB new normal. Sanksinya bisa mencabut perizinan jika terbukti tidak menerapkan protokol covid-19,” katanya.

Menurut Benyamin, saat ini beberapa restoran dan mall sudah mengajukan permohonan untuk beraktivitas normal. Salah satunya Teras Kota yang tengah sedang bersiap menerapkan aktivitas new normal. Tetapi, semuanya masih dalam proses dan belum ada yang disetujui.

“Sudah ada yang mengajukan, tapi kami hati-hati. Teras Kota dengan para tenannya membuat fakta integritas protokol kesehatan Covid-19. Kalau melanggar, akan tutup lagi. Inisiasi ini, menjadi contoh buat pelaku bisnis lainnya, baik tradisional atau pun modern. Saya ingin ini menjadi contoh new normal dan akan diterapkan di semuanya,” jelasnya.

Selain restoran, lanjut pria yang akrab disapa Bang Ben itu. bioskop, salon, tempat karaoke, toko buku, toko pakaian hingga fitnes center pun masih tutup. “Kami evaluasi dulu penerapan protokol covid-19 pada masa new normal yang diterapkan Teras Kota. Jika berhasil, akan diterapkan di sektor lain,” tutur Benyamin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel, Maya Mardiana mengatakan, pembukaan tenan makanan dan restoran akan dilakukan secara bertahap. Tentu dengan memperhatikan perkembangan kasus Covid-19.

“Prosedur protokol kesehatan Covid-19 sebetulnya itemnya banyak. Misalnya dalam surat edaran Menteri Perdagangan nomor 12 tahun 2020 ada sembilan item. Misalnya physical distancing, pengecekan suhu, wajib bermasker, meyediakan tempat cuci tangan dan lainnya,” katanya.

Maya menjelaskan, sebetulnya dari awal PSBB tidak ada penutupan total mall. Karena ada sektor yang tetap buka, seperti supermarket dan farmasi. Tapi, menjelang new normal ini , kata dia, akan ada pembatasan pengunjung, yakni 50 persen dari kapasitas mall atau restoran.

“Sampai saat ini, restoran dan tempat makan lainnya hanya melayani take away. Tidak boleh makan di tempat. Sedangkan untuk transaksi, dianjurkan non tunai,” tandasnya.(wvyh/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.