Persawahan Terdampak Banjir di Lebak Sudah Bisa Ditanami Lagi

oleh -
sawah terendam
Ratusan hektar sawah di Kabupaten Lebak, Banten mengalami puso akibat terendam lumpur dari bencana banjir bandang.

KOTA SERANG, REDAKSI24.C0M – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten sudah melakukan penyeterilan lahan persawahan warga di Kabupaten Lebak yang terdampak bencana banjir awal tahun ini, terutama di Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas dan Sajira.

Ketiga kecamatan ini merupakan lumbung pertanian di Kabupaten Lebak. Secara keseluruhan, berdasarkan data hasil verifikasi Distan Provinsi Banten, ada sekitar 890,5 hektar sawah warga yang tertutup lumpur dari banjir bandang. Dari jumlah itu, 480 hektar diantaranya mengalami gagal panen atau puso.

Kepala Distan Provinsi Banten, Agus Tauchid mengaku sudah melakukan penyeterilan lahan persawahan warga dari lumpur banjir yang menggenang. Karena masih dalam masa tanggap darurat bencana, proses pemulihan kondisi lahan pertanian masih terus dilakukan.

“Secara rill kondisi persawahan di Lebak sudah aman dan siap tanam,” kata Agus, Senin (20/1/2020).

BACA JUGA:

. 500 Hektar Sawah di Banten Rusak Akibat Banjir

. Mentan Salurkan Bantuan Pada Petani Lebak Yang Terdampak Banjir Bandang

. Pasca Banjir Warga Miskin di Lebak Akan Bertambah

Untuk mengantisipasi kerugian gagal panen, Agus mendorong kepada seluruh petani tidak hanya yang berada di Lebak, tapi juga di seluruh wilayah Provinsi Banten untuk mengikuti program Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP). Asuransi ini disediakan untuk memproteksi kerugian para petani ketika mengalami puso, baik itu karena bencana alam maupun lainnya.

“Alokasi kuota yang kami sediakan itu sekitar 12 ribu hektar. Sedangkan yang sudah baru sekitar 30 persen, jadi belum semua petani masuk menjadi anggota asuransi,” ujarnya.

Dengan mengikuti asuransi ini, lanjut Agus, para petani hanya membayar premi Rp36.000/hektar dengan klaim asuransi sebesar Rp6 juta/hektar jika tanamannya mengalami gagal panen. “Kami sudah sosialisasikan program ini kepada seluruh petani, namun para petani masih ragu untuk mengikuti program ini. Kami akan terus berupaya meyakinkan agar bergabung menjadi peserta asuransi,” tegasnya. (Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.