Persatuan Mahasiswa Banten Tolak Omnibus Law RUU Cilaka

oleh -
Omnibus Law RUU Cilaka
Persatuan Mahasiswa Banten menggelar aksi unjukrasa menilak Omnibus Law RUU Cilaka di kawasan Ciceri, kota Serang, Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah mahasiswa tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Banten, menggelar aksi unjukrasa menolak Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) di kawasan Ciceri, Kota Serang, Banten, Rabu (12/2/2020).

Humas Aksi Persatuan Mahasiswa Banten, M Ishaq Paukoma mengatakan, Omnibus Law RUU Cilaka hanya memperlancar investasi dari luar negeri ke dalam negeri. Namun investasi tidak membawa kesejahteraan bagi rakyat. Sebaliknya, menurut dia, hanya akan membuat celaka rakyat.

“Presiden menghendaki adanya suatu produk hukum atau regulasi baru dalam bidang ketenagakerjaan, yang disebut Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja. Lagi-lagi demi kepentingan investasi,” katanya.

M Ishaq Paukoma menjelaskan, mekanisme hukum Omnibus Law kontradiktif terhadap Undang- Undang nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Perundangan-undangan yang telah diubah sebagian pasalnya dalam Undang-Undang nomor 15 tahun 2019.

“Pemerintah menggunakan alibi kepastian hukum sebagai upaya keselarasan omnibus law terhadap undang-undang nomor 12 tahun 2011 tentang pembentukan perundangan. Jelas kepastian hukum yang dimaksud bagi kepentingan investasi,” imbuhnya.

Sementara itu, aktivis persatuan mahasiswa Banten lainnya, Brusil Daning Alfath mengungkapkan, penguasa seakan tidak pernah kehabisan cara untuk bisa memeras keringat dan merampas hak rakyat. Maka pihaknya menuntut pembatalan Omnibus Law Ruu Cilaka.

“Tolak omnibus law Ruu Cilaka yang hanya menguntungkan borjuis komprador dan tuan tanah besar. Hapuskan sistem kerja kontrak, outshourching, pemagangan dan segala bentuk fleksibilitas kerja. Tolak politik upah murah bagi buruh. Turunkan harga kebutuhan pokok dan hentikan pencabutan subsidi sosial untuk rakyat,” teriaknya.

BACA JUGA:

. Mahasiswa Banten Tuntut Audit  BPJS Kesehatan

. Mahasiswa Banten Tuntut Pembubaran BPJS Kesehatan

. Mahasiswa Banten Desak Pemerintah Entaskan Kabut Asap di Sumatera dan Kalimantan

Pihaknya juga menuntut realisasi pendidikan ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada kepentingan rakyat. Tolak segala bentuk regulasi dan kebijakan anti rakyat. Kemudian juga menuntut segera sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Hentikan intimidasi, eksploitasi dan represivitas terhadap rakyat.

“Bangun industrialisasi nasional dan jalankan reforma agraria sejati,” paparnya.

Persatuan Mahasiswa Banten yang menolak Omnibus Law RUU Cilaka meliputi Sekolah Mahasiswa Progresif (SEMPRO), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cabang Serang, Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) UIN Banten, Unsera dan Untirta, Untirta Movement Community (UMC) dan Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (SWOT).

Kemudian juga ada Serikat Mahasiswa Gerakan Indonesia (SMGI), Sekolah Gerakan Mahasiswa Indonesia (SGMI), Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (SDMN), Front Mahasiswa Nasional (FMN), Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI), BEM Universitas Tirtayasa Banten, BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP Untirta) serta BEM Fakultas Hukum (FH) Untirta (Adi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.