Perpanjang PSBB di Tangerang Raya, Pemprov Banten Belum Yakin Hadapi New Normal

  • Whatsapp
new normal
Gubernur Banten, Whaidin Halim.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Pemprov Banten tetap memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sampai 28 Juni 2020. Di era perpanjangan PSBB keempat ini, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) meminta kepada jajaran TNI dan Polri untuk lebih memperketat lagi pengawasan terhadap kemungkinan pelanggaran yang dilakukan masyarakat.

Pengetatan itu dilakukan WH agar tidak kembali terjadi lonjakan pasien Covid-19, seperti yang terjadi pada pelonggaran PSBB beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin ketika menghadapi new normal nanti, masyarakat sudah benar-benar siap untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Mengubah pola hidup menjadi lebih baik dan sehat,” kata WH.

Mantan anggota DPR RI itu melanjutkan, penerapan PSBB di wilayah Tangerang Raya pada saat itu memang disatukan bersama DKI Jakarta. Salah satu alasannya, mengingat banyak warga Tangerang yang melakukan aktivitas ekonominya di Jakarta, sehingga menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

“Namun ketika akan dilakukan kebijakan new normal, berdasarkan kajian ahli epidemiologi ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan agar tidak kembali terjadi lonjakan pasien,” katanya.

Mantan Walikota Tangerang itu melanjutkan, salah satu syarat menerapkan new normal itu yakni berkurangnya jumlah pasien yang suspect maupun kematian karena Covid-19 dalam kurun waktu minimal 14 hari.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, pada minggu ketiga setelah diberlakukannya PSBB, trend kenaikan pasien Covid-19 cenderung menurun. Artinya, pola disiplin masyarakat sudah terbangun.

Namun peningkatan terjadi pada minggu keempat pasca PSBB, dan pada minggu selanjutnya kenaikan itu masih terus terjadi meskipun secara grafik masih landai.

“Artinya memang masyarakat Banten secara umum sudah disiplin. Penularan terjadi dari masyarakat pendatang dari luar daerah. Hal itu berdasarkan hasil temuan kami di lapangan,” katanya.

Dalam konteks PSBB ini, lanjut WH, roda perekonomian akan dijalankan, seperti mall dan pasar sudah mulai bisa beroperasi, namun dengan catatan harus menjalankan protokol kesehatan seperti memberlakukan fhisycal distancing, tes suhu tubuh, memakai masker bagi seluruh pengunjung dan pengelolanya, serta menyiapkan handsanitizer di setiap sudut dan pintu masuk kerumunan.

“Jika syarat itu tidak dilaksanakan, kami tidak akan segan menindak tegas dan memberikan sanksi,” tegasnya.

Sedangkan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy menekankan kepada masyarakat agar tidak terjadi salah persepsi pada pemaknaan new normal. Pemaknaan new normal itu yakni pola kehidupan yang baru pasca dilakukannya PSBB.

Dalam kata lain meskipun kehidupan sudah terasa normal kembali, namun protokol kesehatan dan kedisiplinan tetap harus dijalankan setiap warga.

“Sekarang Provinsi Banten sedang bersiap menuju new normal. Namun hal itu tentu harus dilakukan secara perlahan dan banyak pertimbangan. Karena itu, sampai tanggal 28 Juni nanti tetap memberlakukan PSBB, tapi roda perekonomian perlahan sudah mulai dibuka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” jelasnya.

Untuk itu, Andika menambahkan, masyarakat diharapkan tidak bingung dengan istilah PSBB dan new normal yang akan diterapkan Pemprov Banten bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Banten. “Jadi kami sebenarnya sedang bersiap untuk memasuki new normal,” ujarnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.