Permahi Banten Sebut Korupsi di Tanah Air Semakin Masif

oleh -
Permahi Banten
Aktivis Permahi Banten menilai korupsi di tanah air semakin masif.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Banten menyoroti maraknya korupsi di Indonesia. Organisasi mahasiswa yang konsen terhadap kontroling terhadap pemerintah itu, mengaku prihatin dengan semakin masifnya praktek korupsi di tanah air.

Keprihatinan itu disamapikan dalam kegiatan diskusi publik dengan tema “Soroti Korupsi Elit Politik” yang digelar di Komplek Taman Pesona, Kelurahan Lialang, Kota Serang, Senin (20/1/2020).

Ketua Permahi Universitas Serang Raya (Unsera), Thulus, kepada Redaksi24.com mengatakan, Permahi akan tegas dan komitmen dalam pemberantasan korupsi melalui edukasi pembelajaran kepada masyarakat dan kontrol terhadap penguasa, salah satunya seperti kegiatan diskusi dan dialog publik.

“Kami akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya korupsi dan kami juga menjalankan fungsi kontroling kepada pemerintah,” imbuhnya.

Thulus mengaku skecewa dengan beberapa narasumber, terutama dari kalangan pemerintahan. Ketidakhadiran narasumber, terutama dari unsur pemerintah, menurut Thulus, menimbulkan keraguan kepada komitmen pemerintah terhadap pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Dalihnya sibuk, bahkan ada elit parpol yang membatalkan kehadirannya 5 menit sebelum acara dimulai,” ungkap Thulus.

BACA JUGA:

. Polda Banten Selidiki Dugaan Korupsi Waduk Karian di Kabupaten Lebak

. Kejari Lebak Diminta Usut Kasus Dugaan Korupsi 340 Perpusdes

. Kejaksaan Tinggi Banten Fokus Tangani Tiga Kasus Korupsi

Sementara itu, perwakilan dari PKS yang hadir dalam diskusi publik tersebut, Muchtar Efendy yang juga anggota DPRD Kota Serang Komisi 1 mengaku pihaknya berkomitmen terhadap agenda pemberantasan korupsi.

“Kami berkomitmen memberantas korupsi dengan cara membangun komunikasi dengan masyarakat dan akuntabilitas demi terciptanya good goverment,” tandasnya.(Adi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.