Peringati Hari Pahlawan, HMI MPO Lebak Doa Bersama Untuk Mendiang 2 Mahasiswa UHO Kendari

  • Whatsapp
HMI MPO Lebak doa Bersama untuk Mendiang Mahasiswa UHO Kendari.

KABUPATEN LEBAK, REDAKSI24.COM – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Lebak menggelar pengajian dengan dimulai pembacaan surat Al-Fatihah di Sekretariat HMI MPO Cabang Lebak, di Rangkasbitung, Selasa (10/11/2020).

Pembacaan Al-Fatihah tersebut ditujukan untuk mengenang mendiang Muhammad Yusuf Kardawi (19)  dan Randi (21) Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang meninggal dunia dalam aksi penolakan Pengesahan RKUHP unjuk rasa yang melibatkan ribuan mahasiswa pada 26 September 2019 lalu. Mereka meninggal dunia karena dengan  luka tembakan di bagian tubuhnya.

Bacaan Lainnya

Ketua HMI MPO Lebak Aceng Hakiki mengatakan, mendiang Yusuf dan Randi merupakan Pahlawan sesungguhnya pada zaman ini. Sebab, mereka berdua telah mengorbankan nyawanya demi menyuarakan suara rakyat terhadap penolakan pengesahan RKUHP tersebut.

“Kami memilih memperingati hari pahlawan ini dengan membacakan Al-Fatihah untuk mendiang Yusuf dan Randi. Karena mereka merupakan pahlawan yang sesungguhnya,” kata Aceng kepada Redaksi24.com, Selasa (10/11/2020).

BACA JUGA: PB HMI Minta Jokowi-Ma’ruf Amin Segera Terbitkan Perppu Tolak Omnibus Law Ciptaker

Kata Aceng, aksi anarkisme yang dialami Yusuf dan Randi merupakan salah satu contoh dan bukti nyata adanya tindakan pembungkaman suara terhadap mahasiswa yang tengah berdemonstrasi menyuarakan jeritan rakyat.

Lanjutnya, aksi tersebut berbanding terbalik dengan prinsip Demokrasi yang dianut oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Dimana, pada negara demokrasi tersebut seharusnya kebebasan bersuara, berpendapat merupakan suatu hal yang perlu dijunjung tinggi baik oleh masyarakat, maupun Pemerintah. Karena, kritik dalam keberlangsungan negara perlu dilakukan demi mengevaluasi dan memperbaiki kebijakan yang dinilai bertentangan dengan kesejahteraan rakyat pada negara tersebut.

“Tindakan anarkisme yang dilakukan oleh para oknum polisi ataupun pihak tidak bertanggung jawab lainnya harus segera dihentikan. Karena, tindakan tersebut sangat merugikan dan bertentangan dengan prinsip demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat,” tegasnya.

BACA JUGA: Demo Kritisi Soal Kepemudaan dan Penanganan Bencana di Lebak Ricuh,  1 Mahasiswa Pingsan

Dirinya berharap, Pemerintah  dapat lebih terbuka dalam menerima aspirasi, pendapat, dan kritik yang disuarakan oleh kaum pelajar, mahasiswa, akademisi, maupun masyarakat umum. Sepertinya, dalam kasus pengesahan Omnibus Law kali ini, Pemerintah harus mendengarkan suara rakyat, khususnya kaum buruh yang dengan tegas menolak pengesahan UU Omnibus Law tersebut.

“Kenapa pemerintah sangat ngotot untuk mengesahkan UU tersebut, padahal sudah banyak elemen masyarakat yang menolak pengesahan UU tersebut. Kami berharap pemerintah dapat mendengarkan suara-suara kami. Jika tidak maka hanya ada 1 kata yakni Lawan. Kami HMI MPO Lebak akan terus menuntut Pemerintah untuk segera menerbitkan Perppu pencabutan UU Omnibus Law tersebut,” pungkasnya.(YUSUF/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.