Perburuan Teroris Poso Diperpanjang Selama 6 Bulan

  • Whatsapp
Karopenmas Polri, Brigjen Argo Yuwono.

JAKARTA, REDAKSI24.COM-– Tim gabungan TNI dan Polri yang ditugaskan menumpas kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di wilayah Sulawesi Tengah mendapat perpanjangan masa tugas selama enam bulan ke depan. Masa tugas tim yang bernama operasi Tinombala tersebut sebelumnya telah berakhir pada 31 Desember 2019 lalu.

Menurut laporan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Argo Yuwono, kelompok Teroris pimpinan Ali Kalora itu belum tertangkap, namun kondisi mereka saat ini telah dikepung petugas di kawasan pegunungan Kabupaten Poso. Satgas Tinombala masih berupaya memburu sisa teroris yang merupakan hasil besutan Santoso.

Bacaan Lainnya

“Ya, diperpanjang selama enam bulan mulai Januari 2020,” kata Argo saat dikonfirmasi redaksi24.com, Kamis (1/1/2020). Penangkapan berupaya untuk menumpas sisa teroris yang kerap mengkader anggota masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah. “Target Tim Operasi Tinombala untuk membuat rasa aman masyarakat,” sambung Argo.

Pengepungan oleh tim operasi kali ini, kata Argo, akan dilakukan secara intensif hingga mempersempit ruang persembunyian Ali Kalora cs.

BACA JUGA:

Kapolri Sebut Terorisme Menurun 52,6 persen di Tahun 2019

Densus 88 Bekuk 22 Terduga Teroris di Berbagai Wilayah di Indonesia

Juru bicara Badan Intelijen Negara, Wawan Hari Purwanto mengungkapkan anggota kelompok teroris pimpinan Ali Kalora itu kini hanya tersisa 7 orang setelah sebelumnya petugas melumpuhkan 5 dari 12 orang anggota pada 2019 lalu.

Terkait identitas ketujuh anggota, Wawan mengaku tidak bisa memberikan informasi karena operasi gabungan masih dalam tahap perburuan. “Jangan, belum bisa dikasih tahu karena masih dalam pengejaran,” ungkap Wawan.

Belum ada kepastian berapa penambahan jumlah personel tim operasi Tinombala kali ini sejak tim itu diterjunkan pada 10 Januari 2016 lalu. Kemarin (31/12/2019), Kapolda Sulteng Inspektur Jenderal Syafril Nursal menyampaikan dalam konferensi pers akhir tahun 2019, bahwa jumlah personel tidak bisa disampaikan ke publik untuk menjamin strategi petugas.

“Keterlibatan personel rahasia, tidak boleh lawan tahu kekuatan kita seperti apa. Yang jelas upaya menghentikan aktivitas ataupun kegiatan lainnya kelompok itu terus dilakukan,” kata Syafril di Mapolda Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Informasi yang di dapat dari Brigjen Argo menyebut tidak ada penambahan jumlah personel. Namun, Pengejaran Ali Kalora cs kali ini menjadi atensi serius setelah insiden anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah, Bharatu Muhamad Saepul Muhdori tewas tertembak di Parigi, Sulawesi Tengah, 13 Desember 2019 lalu. (Alfin/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.